PERKEMBANGAN MOBILITAS MASYARAKAT PERDESAAN DI WILAYAH SELATAN JAWA TENGAH ( Studi Kasus Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo)
BUDIYONO, Dr. Ir. Dewanti, M.S. ; Dr. Eng. M. Zudhy Irawan, S.T, M.T.
2020 | Tesis | Magister Sistem dan Teknik TransportasiKecamatan Grabag merupakan wilayah perdesaan yang berpotensi untuk lebih berkembang. Selain potensi pertanian, wilayah Kecamatan Grabag dilewati Jalur Jalan Lintas Selatan yang terhubung dengan Bandar Udara Internasional Yogyakarta (YIA). Untuk pengembangan transportasi lokal guna mendukung pengembangan wilayah tersebut, perlu dilakukan kajian terhadap mobilitas masyarakat yang ada. Tujuan kajian dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan mobilitas masyarakat perdesaan dan identifikasi faktor mobilitas masyarakat perdesaan. Mobilitas masyarakat yang bersifat sirkuler (tidak bertujuan menetap di daerah lain) merupakan fokus penelitian ini. Penelitian bersifat deskriptif kuantitatif, metode pengumpulan data primer menggunakan kuesioner dan wawancara terhadap 125 responden dan 6 narasumber. Analisis dilakukan dengan menggunakan skoring dan analisis regresi linear serta menggunakan analisis peta spasial sederhana. Hasil penelitian berupa gambaran mobilitas masyarakat perdesaan (ditinjau dari segi jumlah, jarak dan waktu tempuh/kecepatan) pada wilayah yang terkoneksi/tidak terkoneksi dengan jalan propinsi dan atau jalan jalur lintas selatan (Deandels) dan identifikasi pengaruh jumlah anggota keluarga, kendaraan dan pendapatan terhadap jumlah mobilitas masyarakat perdesaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jalur jalan lintas selatan yang terhubung dengan Bandar Udara Internasional Yogyakarta (YIA) secara umum tidak berdampak pada mobilitas masyarakat perdesaan. Lokasi yang berada jauh dari jalan propinsi dan jalur jalan lintas selatan mempunyai pola perjalanan internal yang dominan. Perkembangan mobilitas akibat perubahan moda transportasi (dari kendaraan tidak bermotor menjadi kendaraan bermotor) tidak signifikan pada jumlah perjalanan dan jarak perjalanan. Perubahan moda transportasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap waktu tempuh perjalanan. Hasil identifikasi, faktor-faktor yang mempengaruhi mobilitas, pendapatan tidak mempunyai pengaruh yang besar terhadap mobilitas masyarakat perdesaan pada umumnya.
Grabag Subdistrict is a rural area that has the potential to be more developed. In addition to agricultural potential, the Grabag Subdistrict area is crossed by the Southern Cross Road which is connected to Yogyakarta International Airport (YIA). For the development of local transportation to support the region developments, it is necessary to study the existing community mobilities. The aim of this study is to find out changes in rural community mobilities and mobilities factors identification of rural community. Circular community mobility (not aimed at settling in other areas) is the focus of this study. Research is quantitative descriptive, primary data collection methods using questionnaires and interviews with 125 participants and 6 speakers. Analyzes were performed using scoring and linear regression analysis also using simple spatial map analysis. The results of the study are a description of the mobility of rural communities (in terms of number, distance and travel time / speed) in areas connected / not connected to provincial roads and / or southern crossing roads (Deandels) and identification of the influence of the number of family members, vehicles and income towards the amount of rural community mobility. The results showed that southern crossing roads connected to Yogyakarta International Airport in general had no impact on mobility of rural communities. The location was far from the provincial road and the southern crossing lane had a dominant internal travel pattern. Mobility growth caused of changes in modes of transportation (from non-motorized vehicles to motorized vehicles) do not significantly influence the number of trips and distance traveled. Changes in transportation modes have a significant effect on travel time. The results of identification mibility factors, income factors do not significantly influence the mobility of rural communities.
Kata Kunci : transportasi, mobilitas, perdesaan.