Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA STATUS KOGNITIF DAN STATUS GIZI PADA LANJUT USIA DI PERDESAAN DAN PERKOTAAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

ELWINA MEYLENTIA H, Tony Arjuna, S.Gz., M.Nut.Diet., APD; Dr. dr. I Dewa Putu Pramantara, Sp. PD. K-Ger

2020 | Skripsi | S1 GIZI KESEHATAN

Keberhasilan pembangunan mengakibatkan pergeseran struktur demografi, yaitu berupa peningkatan populasi lansia di seluruh dunia dan di Indonesia. Salah satu masalah kesehatan yang umum ditemukan pada lansia adalah penurunan fungsi kognitif, yang diprediksi pula sebagai salah satu faktor risiko malnutrisi pada lansia. Penelitian ini bertujuan menyelidiki hubungan status kognitif dengan status gizi pada kelompok lansia perdesaan dan perkotaan di DIY. Rancangan penelitian yang digunakan adalah analisis data sekunder dari studi observasional cross-sectional pada 527 subjek lansia berusia 65 tahun atau lebih yang telah tinggal di Yogyakarta setidaknya selama setahun. Variabel independen adalah status kognitif lansia (MMSE), variabel dependen adalah status gizi lansia (MNA), dan variabel perancu adalah tempat tinggal, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, dan status sosial-ekonomi. Data dianalisis dengan Uji One-Way Anova, Spearman's Correlation, dan Uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan status kognitif dan status gizi antara lansia di wilayah perdesaan dan perkotaan, serta adanya hubungan antara skor MMSE dan skor MNA pada lansia di wilayah perdesaan dan perkotaan (p < 0.01, r = 0.383). Penelitian ini membuktikan bahwa lansia dengan gangguan kognitif lebih berisiko memiliki status gizi malnutrisi atau berisiko malnutrisi (p < 0.01, OR = 3.73). Oleh karena itu, tenaga kesehatan secara umum dan ahli gizi secara spesifik dapat mempertimbangkan status kognitif sebagai salah satu prediktor status gizi pada lansia.

The success of development has led to a shift in the demographic structure, which is in the form of population ageing throughout the world and in Indonesia. Declining cognitive function, which is a common health problems found in the elderly, is predicted as one of the risk factors for malnutrition. This study aims to investigate the relationship between cognitive status and nutritional status in rural and urban elderly groups in DIY. The research design used was secondary data analysis from a cross-sectional observational study of 527 elderly subjects aged 65 years or more who had lived in Yogyakarta for at least a year. The independent variable is the cognitive status of the elderly (MMSE), the dependent variable is the nutritional status of the elderly (MNA), and the confounding variable is the place of residence, education level, income level, and socio-economic status. After being analyzed with the One-Way Anova Test, Spearman's Correlation, and Chi-Square Test, the results showed that there are differences in cognitive status and nutritional status between the elderly in rural and urban areas, as well as the relationship between MMSE scores and MNA scores in the elderly in rural and urban areas (p <0.01, r = 0.383). This study proves that elderly with cognitive impairment are more likely to have malnutrition or to be at risk of malnutrition (p <0.01, OR = 3.73). Therefore, health workers and nutritionists can consider cognitive status as a predictor of nutritional status in the elderly.

Kata Kunci : Status Kognitif, Status Gizi, Lansia, Desa, Kota

  1. S1-2020-397764-abstract.pdf  
  2. S1-2020-397764-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-397764-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-397764-title.pdf