Laporkan Masalah

KAJIAN ASET PENGHIDUPAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENDAPATAN USAHA RUMAH TANGGA PETANI TANAMAN PANGAN DI INDONESIA

EKA PURWANTI, Dr. Umi Listyaningsih,M.Si. ; Dr. Rika Harini, M.P.

2020 | Tesis | MAGISTER KEPENDUDUKAN

Subsektor tanaman pangan merupakan subsektor yang paling banyak diusahakan oleh rumah tangga petani di Indonesia. Akan tetapi, rumah tangga petani tanaman pangan di Indonesia belum mencapai derajat kesejahteraan jika dilihat dari pendapatan usahanya. Berbagai program dan kebijakan telah dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas petani tanaman pangan, tetapi hasil yang ditunjukkan masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik rumah tangga petani tanaman pangan di Indonesia, aset penghidupan yang dimiliki, dan pengaruh modal penyusun aset kehidupan terhadap pendapatan usahanya. Cakupan wilayah penelitian adalah level nasional (seluruh Indonesia) dengan menggunakan data sekunder hasil SOUT tahun 2017 oleh BPS. Variabel yang digunakan antara lain modal manusia, modal fisik, modal natural, modal finansial, modal sosial, dan pendapatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif berupa nilai rata-rata, persentase, dan angka indeks dengan unit analisis provinsi. Selain itu, dilakukan analisis regresi logistik biner dengan unit analisis rumah tangga. Hasil analisis penelitian menunjukkan secara umum kualitas sumber daya manusia petani tanaman pangan masih rendah. Lebih dari 50 persen rumah tangga petani tanaman pangan di Indonesia telah memiliki lahan pertanian dan tempat tinggal, tidak terdampak iklim dan bencana alam, serta telah menjadi anggota kelompok tani. Indeks aset penghidupan rumah tangga petani tanaman pangan di Indonesia sebesar 0,4977 dengan nilai modal tertinggi adalah modal natural sedangkan yang terendah adalah modal manusia dan modal sosial. Modal manusia, modal fisik, modal natural, modal finansial, dan modal sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan usaha rumah tangga petani tanaman pangan di Indonesia.

Food crops subsector is the most cultivated subsector by farm households in Indonesia. However, food crop households in Indonesia have not prospered from the perspective of income. Various programs and policies have been carried out by the government to increase income and productivity of food crop farmers, but the results are still not optimal. This study aimed to examine the characteristics of food crop households in Indonesia, the livelihood assets they have and the effect of capital of life asset compilers towards the household's income. The research area coverage is national level using secondary data from SOUT2017 by BPS. The variables used are human capital, physical capital, natural capital, financial capital, social capital, and income. The method used is descriptive analysis in the form average values, percentages, and index with provincial analysis units. Binary logistic regression analysis also was performed with the household analysis unit. The result of the analysis showed that in general the quality of human resources of food crop farmer was still low. More than 50 percent of food crops farming households in Indonesia have owned agricultural land and residence, not affected by climate and natural disasters, and has been a member of farmer group. The index of livelihood assets of food crop households in Indonesia is 0.4977 with the highest capital value is natural capital while the lowest is human capital and social capital. Human capital, physical capital, natural capital, financial capital, and social capital have a positive and significant effect on the household income of food crop households in Indonesia.

Kata Kunci : Petani tanaman pangan, aset penghidupan, regresi logistik biner. / Food crops farmers, livelihood assets, binary logistic regression

  1. S2-2020-435164-abstract.pdf  
  2. S2-2020-435164-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-435164-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-435164-title.pdf