Laporkan Masalah

Derajat Keparahan Aktivitas Penyakit Sebagai Faktor Risiko Gangguan Pola Menstruasi pada Pasien Anak Lupus Eritematusus Sistemik

ASRI PARANTRI, dr. S. Yudha Patria, Ph.D, Sp.A(K)

2020 | Tesis | MAGISTER ILMU KEDOKTERAN KLINIS

Latar belakang: Penyebab mayor morbiditas dan mortalitas pasien lupus Eritematosus sistemik (LES) adalah keparahan aktivitas penyakit LES. MEX SLEDAI adalah faktor prediktor yang kuat untuk melihat morbiditas dan mortalitas LES. Gangguan menstruasi yang merupakan salah satu morbiditas pada perempuan LES cukup banyak. Perlu diketahui lebih dalam LES yang berisiko mengalami gangguan menstruasi. Belum banyak penelitian mengenai derajat keparahan aktivitas penyakit sebagai faktor risiko gangguan menstruasi pada anak LES. Tujuan: Mengetahui derajat keparahan aktivitas penyakit lupus sebagai faktor risiko gangguan menstruasi pada anak LES. Metode: Studi kasus kontrol dilakukan dengan data sekunder dari rekam medis pasien instalasi anak RSUP Dr.Sardjito Yogyakarta, Indonesia. Pasien anak usia <18 tahun yang didiagnosis LES antara 1 Januari 2013 sampai dengan 31 mei 2019 dimasukkan dalam studi. Sebanyak 20 anak LES dengan gangguan menstruasi diidentifikasi sebagai kelompok kasus dan 20 anak LES tanpa gangguan menstruasi sebagai kelompok kontrol. Dilakukan analisis MEX SLEDAI sebagai faktor risiko gangguan menstruasi dan hasilnya dinyatakan sebagai rasio odd (OR) dengan interval kepercayaan 95% (IK 95%). Hasil: Subyek penelitian sebanyak 40 anak dengan jumlah masing-masing kelompok kasus dan kontrol adalah 20 anak. MEX SLEDAI > 10 didapatkan pada kelompok kasus 77% dan kontrol 23%. Gangguan menstruasi terbanyak pada LES anak adalah gangguan interval yang memanjang. Multivariat dengan regresi logistik menunjukkan MEX SLEDAI >10 berpengaruh secara independen terhadap gangguan menstruasi (p= 0,007, OR 11,7; 95% IK: 1,96 sampai dengan 69,9) Kesimpulan: MEX SLEDAI > 10 merupakan faktor risiko yang independen terhadap terjadinya gangguan menstruasi pada anak LES.

Background: Disease activity is a major cause of morbidity and mortality of systemic lupus erythematosus (SLE) patients. MEX SLEDAI is a strong predictor morbidity and mortality of SLE. Prevalence of menstrual disturbances in female lupus patient is remain high. Identification of risk factor for menstrual disturbance in SLE is important. There are still limited studies about disease activity as risk factor of menstrual disturbances in children with lupus Objective: to identify severity of disease activity as risk factor of menstrual disturbances in children with SLE. Methods: A case control study was performed using secondary data from medical records in the pediatrics installation at the Dr.Sardjito hospital, Yogyakarta, Indonesia. Children diagnosed with SLE between January 1st, 2013 until June 31st, 2019 were included. Analysis MEX SLEDAI was performed as a risk factor of menstrual disturbances and the result was presented in odds (OR) with confidence interval 95% (CI 95%). Results: Of 40 female children with SLE were included that consisted of 20 control and 20 cases. MEX SLEDAI > 10 was 77% in cases group and 23% in control group. The most common menstrual disturbances was interval disorders of cycle length with interval exceeding 35 days. Multivariate analysis using logistic regression showed that MEX SLEDAI >10 was significant with menstrual disturbances (p= 0,007, OR 11,7; 95% CI: 1,96 until 69,9) Conclusion: MEX SLEDAI > 10 is independent risk factor of menstrual disturbances in children with SLE.

Kata Kunci : menstrual disturbances, MEX SLEDAI, risk factor, systemic lupus erythematosus, child

  1. S2-2020-438252-abstract.pdf  
  2. S2-2020-438252-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-438252-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-438252-title.pdf