PERANAN EKSPRESIVITAS EMOSIONAL TERHADAP PSYCHOLOGICAL WELL-BEING REMAJA YANG ORANG TUANYA BERCERAI
AZIZAH MUTHI`AH, Dra. Siti Waringah, M. Si
2020 | Skripsi | S1 PSIKOLOGIPsychological well-being merupakan salah satu indikator kesehatan mental individu. Beberapa penelitian menemukan bahwa perceraian dapat menurunkan psychological well-being remaja yang orang tuanya bercerai akibat menurunnya berbagai aspek kehidupan remaja tersebut. Sebagian penelitian lainnya menemukan bahwa perceraian dapat meningkatkan psychological well-being remaja tersebut. Ekspresivitas emosional merupakan salah satu aspek yang menurun akibat perceraian dan dapat menurunkan psychological well-being, menyebabkan depresi pada remaja perempuan atau permasalahan sosial pada remaja laki-laki. Akan tetapi, penelitian lain menemukan bahwa ekspresivitas emosional tidak memiliki pengaruh terhadap psychological well-being. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan ekspresivitas emosional pada psychological well-being remaja yang orang tuanya bercerai yang dimoderatori oleh jenis kelamin. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 91 remaja laki-laki dan perempuan yang orang tuanya bercerai dan sedang mengenyam pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian ini menggunakan 2 alat ukur, yakni skala psychological well-being dan skala ekspresivitas emosional. Metode analisis data menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekspresivitas emosional memiliki pengaruh yang signifikan pada psychological well-being (R2= 0.063, p= 0.017), sementara jenis kelamin memiliki pengaruh yang tidak signifikan pada psychological well-being (R2= 0.098, p= 0.068), serta jenis kelamin tidak signifikan menjadi variabel moderator antara ekspresivitas emosional dengan psychological well-being (R2= 0.099, p= 0.700).
Psychological well-being is an indicator of an individual's mental health. Several studies have found that divorce can reduce the psychological well-being of adolescents whose parents divorced due to the decline in various aspects of adolescent life. Some other studies have found that divorce can improve the psychological well-being of adolescents. Emotional expressiveness is one aspect that decreases due to divorce and can reduce psychological well-being, causing depression in adolescent girls or social problems in adolescent boys. However, other studies have found that emotional expression does not influence psychological well-being. Therefore, this study aims to determine the role of emotional expression in the psychological well-being of adolescents whose parents are divorced, which is moderated by gender. The subjects in this study were 91 male and female adolescents whose parents were divorced and were in junior high school or high school education. This study uses 2 measuring devices, namely the psychological well-being scale and the emotional expressivity scale. The data analysis method uses a regression analysis. The results of this study indicate that emotional expressivity has a significant influence on psychological well-being (R2 = 0.063, p = 0.017), while gender has no significant effect on psychological well-being (R2 = 0.098, p = 0.068), and gender was not significant as a moderator variable between emotional expressivity and psychological well-being (R2 = 0.099, p = 0.700).
Kata Kunci : Psychological well-being, emotional expressivity, divorce