Laporkan Masalah

ANALISIS TERHADAP HASIL KARYA ARTIFICIAL INTELLIGENCE SEBAGAI OBYEK JAMINAN DI INDONESIA

JOSHUA PRAMANA, Dr. R.A. Antari Innaka Turingsih, S.H., M. Hum.

2020 | Tesis | MAGISTER KENOTARIATAN

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui kualifikasi hasil karya artificial intelligence sebagai sebuah obyek jaminan, siapa yang menciptakan karya tersebut, dan siapa yang berhak dan dapat menjaminkan karya dari artificial intelligence tersebut. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui hasil karya artificial intelligence sebagai obyek jaminan apabila diterapkan menurut hukum Indonesia, dan cara obyek jaminan tersebut dapat dijaminkan. Penelitian ini merupakan penelitian normatif dimana penelitian ini dilakukan dengan menggunakan sumber data yang diperoleh dari data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Cara pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dengan metode studi pustaka dan dengan didukung hasil wawancara para narasumber. Analisis data dalam tesis ini menggunakan analisis kualitatif dan disusun dalam laporan yang bersifat deskriptif. Kesimpulan yang diperoleh dari tesis penelitian ini adalah (1) Hasil Karya artificial intelligence dapat dikualifikasikan sebagai obyek jaminan menurut hukum Indonesia karena telah memenuhi tiga unsur pokok yaitu merupakan benda, memiliki nilai ekonomi, dan mudah dialihkan. (2) Berdasarkan analisis menggunakan metode penemuan hukum konstruksi hukum analogi, Hasil Karya artificial intelligence lebih tepat menggunakan tata cara pendaftaran dan eksekusi jaminan fidusia, yaitu pendaftaran Hasil Karya Artificial Intelligence ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, kemudian pembuatan Perjanjian Kredit dan Perjanjian Jaminan Fidusia dengan Bank, dan yang terakhir adalah maintenance kredit, yang meliputi upaya restrukturisasi kredit dan juga penyelesaian kredit melalui lelang.

The purpose of this research is to analyze and determine the qualifications of artificial intelligence as an object of collateral, who created the work, and who has the right to guarantee the work of artificial intelligence. Furthermore, this research also have purpose to analyze and find out the work of artificial intelligence as a collateral object according to Indonesian law, and the way the collateral object should be guaranteed. This research uses normative method, which data sources obtained from secondary data consisting of primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. The data collected from the literature method and supported by the interview results of the interviewees. Furthermore, this research used qualitative analysis to analyzed the data and arranged the data in descriptive reports. The conclusions of this research are (1) The results of the work of artificial intelligence can be qualified as objects of collateral according to Indonesian law, because they have fulfilled three main elements, namely qualify as an object, have economic value, and easily transferred from one person to another. (2) Based on the analysis using the analogy legal construction, the work of artificial intelligence is more suitable to use the procedure fiduciary guarantees, starting by registration of Artificial Intelligence Works to the Directorate General of Intellectual Property Rights, then Credit Agreement and Fiduciary Guarantee Agreement between debtor, guarantor (if any) and creditor, and the last is credit maintenance, which includes credit restructuring efforts and also execution through auction.

Kata Kunci : Artificial Intelligence, Jaminan, Hak Kekayaan Intelektual

  1. S2-2020-433302-abstract.pdf  
  2. S2-2020-433302-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-433302-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-433302-title.pdf