Laporkan Masalah

POLA SPASIAL KEJADIAN DROP OUT PASIEN TUBERKULOSIS DAN AKSES FASILITAS KESEHATAN DI KABUPATEN BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

IRA DESEILLA PAWA, dr. Lutfan Lazuardi, M.Kes, Ph.D

2020 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

Latar Belakang: Dalam perspektif keadilan sosial, setiap orang harus memiliki kesempatan untuk mengakses layanan kesehatan secara merata, namun hal ini masih menjadi tantangan karena adanya hambatan geografi maupun non geografi. Akses terhadap pelayanan kesehatan merupakan bentuk dari pengendalian penyakit menular dan tidak menular di masyarakat. Akses yang belum optimal terhadap pelayanan kesehatan menjadikan pengendalian penyakit menular masih belum teratasi, tak terkecuali penyakit Tuberkulosis. Dalam daftar negara-negara dengan beban tertinggi untuk TB pada tahun 2016-2020 Indonesia masuk dalam 3 kategori angka beban TB tertinggi, MDR-TB dan juga TB/HIV. Salah satu tantangan yang dihadapi yaitu terjadinya kasus TB resisten obat yang disebabkan oleh kasus drop out selama pengobatan TB. Kabupaten Bantul menjadi Kabupaten dengan angka penemuan kasus baru BTA positif tertinggi kedua seteleh Kabupaten Sleman dengan angka kesembuhan masih dibawah standar nasional selama tahun 2016-2018. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan jenis observasional deskriptif, dengan mengunakan data sekunder dan primer, sampel penelitian sebanyak 27 puskesmas dan 60 puskesmas pembantu aktif. Analisis menggunakan ArcGIS. Hasil: Lokasi puskesmas di Kabupaten Bantul berada dekat dengan jalan kolektor, berdasarkan analisis buffering 3 km puskesmas pembantu terhadap puskesmas induk dengan melihat pemukiman masyarakat menunjukkan hampir semua puskesmas pembantu menjangkau pemukiman masyarakat. Waktu tempuh maksimal menuju puskesmas di Kabupaten Bantul adalah 60 menit. Hambatan geografis di Kabupaten Bantul berupa sungai, danau, sedangkan tata guna lahan didominasi oleh persawahan, perkebunan serta pemukiman. Untuk ketersediaan sumberdaya di puskesmas, 12 puskesmas melebihi standar dan 15 lainnya belum sesuai standar. Kasus drop out pasien TB sebanyak 22 kasus, dengan proporsi kasus tertinggi pada desa Kebun Agung sebesar 40%. Kesimpulan: Sebaran puskesmas di Kabupaten Bantul hampir mencakup semua wilayah administrasi Kabupaten bantul. Kasus drop out TB perlu mendapat perhatian untuk meningkatkan angka kesembuhan.

Background: In social perspective everyone have their rights to access health facilities yet it still challenging due to geographical or non-geographical barriers. Access to health facilities is a way to controlling health problems such a communicable disease and non-communicable disease in community. Inadequate access to health facilities has made the controlling of communicable disease not overly solved, including Tuberculosis. Indonesia have been put as country with the highest burden for TB, MDR TB and also TB/HIV in 2016-2020. One of challenging that faced is the incidence of drug resistant TB due to TB treatment drop out. Bantul regency is the second highest TB cases finding rate after Sleman however, the cure rate was below the national standar during 2016-2018 Method: This study is observasational descriptive research by using primary and secondary data, sample of this study consist of 27 community health centers and 60 auxiliary health centers. ArcGIS were used to analysis the spatial data. Results: The locations of community health centers in Bantul regency is near the collector road, based on buffering analysis of 3 km of the auxiliary health centers to community health centers by looking at community settlements, it shows that almost all the auxiliary health centers cover community settlements. The maximum travel time to community health centers is 60 minutes, geographical berries in Bantul regency are water body such as rivers and lakes. Human resource in 12 community health centers have been exceed the amount standards and 15 others have not been exceed the amount standards. The number of TB drop out were 22 cases, with the highest proportion is 40% in Kebun Agung village. Conclusions: Community health distribution in Bantul regency is almost cover all the administrative area in Bantul regency. TB drop out cases are need serious intention to increase cure rate.

Kata Kunci : akses, puskesmas, fasilitas kesehatan, drop out tuberkulosis, pola spasial

  1. S2-2020-320333-abstract.pdf  
  2. S2-2020-320333-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-320333-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-320333-title.pdf  
  5. S2-2020-418266 -title.pdf  
  6. S2-2020-418266-abstract.pdf  
  7. S2-2020-418266-bibliography.pdf  
  8. S2-2020-418266-tableofcontent.pdf