Pelatihan "Konseling Santri" untuk Meningkatkan Keterampilan Dasar Konseling dan Efikasi Diri Konselor di Pondok Modern Darul Arqom Patean
HILDA NURLAILA, Subandi, Prof. Drs., M.A., Ph.D.
2020 | Tesis | MAGISTER PSIKOLOGI PROFESISantri adalah murid yang belajar agama Islam dan tinggal di asrama pesantren. Pesantren merupakan lembaga pendidikan agama yang ada di Indonesia. Survei awal yang dilakukan peneliti menunjukkan bahwa santri memiliki berbagai persoalan psikologis. Meskipun mereka memiliki guru asrama (ustadzah) yang juga berperan sebagai konselor, namun para ustadzah tidak memiliki keterampilan konseling yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pelatihan "Konseling Santri" terhadap keterampilan dasar konseling dan efikasi diri konselor di Pondok Modern Darul Arqom Patean, Indonesia. Peneliti menggunakan desain eksperimen untreated control group design with dependent pretest and posttest samples using switching replications. Subjek penelitian ini adalah 38 orang ustadzah yang dibagi menjadi kelompok A dan kelompok B. Pelatihan konseling santri terdiri dari 8 sesi dan dilakukan dua kali yaitu pada tahap I dan tahap II. Pengukuran efikasi diri konselor menggunakan Skala Efikasi Diri konselor dan keterampilan dasar konseling diukur dengan observasi keterampilan dasar konseling melalui roleplay. Uji T Test dan Mann Whitney U Test menunjukkan bahwa pelatihan konseling santri dapat meningkatkan efikasi diri konselor baik pada eksperimen tahap I (t = 3,327, p = 0.002) dan tahap II (U = 13,000, p = 0.046). Namun, tidak ada pengaruh pelatihan yang signifikan terhadap keterampilan dasar konseling baik pada ekperimen tahap I (t=0,400; p=0,692) dan tahap II (U=29,000; p=0,752). Konselor membutuhkan latihan yang lebih intensif agar dapat menguasai keterampilan dasar konseling dengan baik.
Santri are students who study Islam and live in a dormitory at religious education institute in Indonesia called Pesantren. The initial survey conducted by the researcher showed that students had a variety of psychological problems. Even though they have boarding teachers called ustadzah as a counselor, but they do not have adequate counseling skills. This study aims to determine the effect of "konseling santri" training on basic counseling skills and counselor self-efficacy at Pondok Modern Darul Arqom Patean, Indonesia. The researcher uses quasi-experimental methods; untreated control group design with dependent pretest and posttest samples using switching replications. The subjects of this study were 38 ustadzah who were divided into an experimental and a control group. "konseling santri" training is carried out in 8 sessions divided into phase I and phase II. Measurement of self-efficacy in counseling uses a scale of counselor self-efficacy and basic counseling skills measured by observing basic counseling skills through role-play. T-test and Mann Whitney U test showed that counselor training could improve counselor self-efficacy at the first phase experiment (t = 3.327, p = 0.002) and the second phase experiment (U = 13,000, p = 0.046). However, there was no significant training effect on basic counseling skills in the first phase experiment (t = 3,327, p = 0.002), and the second phase experiment (U=29,000; p=0752). The counselors need more intensive training to master the basic counseling skills.
Kata Kunci : basic counseling skills, counselor self-efficacy, konseling santri training, ustadzah