PERANAN MODAL SOSIAL DALAM PENGEMBANGAN AGRIBISNIS KAKAO DI DESA NGLANGGERAN KECAMATAN PATUK KABUPATEN GUNUNGKIDUL
HAYUNINGTYAS JATI H, Dr. Ir. Roso Witjaksono, M.S.; Prof. Dr. Ir. Sunarru Samsi Hariadi, M.Si.; Yuhan Farah Maulida, S.P., M.AAPDA.
2020 | Skripsi | S1 PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PERTANIANPenelitian yang berjudul Peranan Modal Sosial dalam Pengembangan Agribisnis Kakao di Desa Nglanggeran Kecamatan Patuk Kabupaten Gunungkidul dilakukan dengan tujuan yaitu: 1) mengetahui peranan modal sosial dalam pengembangan agribisnis kakao di Desa Nglanggeran Kecamatan Patuk Kabupaten Gunungkidul; 2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi peranan modal sosial dalam pengembangan agribisnis kakao di Desa Nglanggeran Kecamatan Patuk Kabupaten Gunungkidul; 3) mengetahui pengaruh peranan modal sosial dalam pengembangan agribisnis kakao di Desa Nglanggeran Kecamatan Patuk Kabupaten Gunungkidul. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel responden dilakukan dengan metode sistem acak sederhana yaitu sampel diambil secara acak. Pada 5 kelompok tani, dipilih 12 petani sebagai sampel sehingga total sampel berjumlah 60. Data dianalisis dengan uji proporsi, analisis regresi linier berganda, dan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 90% petani kakao memiliki modal sosial yang tinggi dalam pengembangan agribisnis kakao di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Faktor yang berpengaruh signifikan terhadap peranan modal sosial dalam pengembangan agribisnis kakao di Desa Nglanggeran Kecamatan Patuk Kabupaten Gunungkidul yaitu peran kelompok tani. Selanjutnya pengembangan agribisnis kakao di Desa Nglanggeran Kecamatan Patuk Kabupaten Gunungkidul menunjukkan tingkat pengembangan sebesar 53,56% yang tergolong ke dalam kategori cukup berkembang. Sementara itu, modal sosial berpengaruh signifikan terhadap pengembangan agribisnis kakao di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul.
The study entitled The Role of Social Capital in Cocoa Agribusiness Development in Nglanggeran Village, Patuk District, Gunungkidul Regency was conducted with the aim of: 1) knowing the role of social capital in the development of cocoa agribusiness in Nglanggeran Village, Patuk District, Gunungkidul Regency; 2) find out the factors that influence the role of social capital in the development of cocoa agribusiness in Nglanggeran Village, Patuk District, Gunungkidul Regency; 3) determine the effect of the role of social capital in the development of cocoa agribusiness in Nglanggeran Village, Patuk District, Gunungkidul Regency. The method used descriptive method with a quantitative approach. Sampling of respondents used simple random sampling method. In 5 farmer groups, 12 farmers were selected as samples so that the total sample amounted to 60. Data were analyzed by proportional test, multiple linear regression analysis, and simple linear regression analysis. The results showed that 90% of cocoa farmers had high social capital in developing cocoa agribusiness in Nglanggeran Village, Patuk District, Gunungkidul Regency. Factors that significantly influence the role of social capital in the development of cocoa agribusiness in Nglanggeran Village, Patuk District, Gunungkidul Regency are the role of farmer groups. Furthermore, the development of cocoa agribusiness in Nglanggeran Village, Patuk Subdistrict, Gunungkidul Regency, showed a development rate of 53.56% which was classified as a moderately developed category. Meanwhile, social capital has a significant effect on the development of cocoa agribusiness in Nglanggeran Village, Patuk District, Gunungkidul Regency.
Kata Kunci : Modal Sosial, Agribisnis Kakao, Desa Nglanggeran