Risiko Produksi Usaha Tani di Kecamatan Pejawaran Kabupaten Banjarnegara
M ALIF FIRHAN S, Prof. Dr. Ir. Masyhuri ; Dr. Jamhari, S.P., M.P.
2020 | Skripsi | S1 EKONOMI PERTANIAN DAN AGRIBISNISKecamatan Pejawaran merupakan wilayah penghasil kentang di Kabupaten Banjarnegara. Produksi kentang yang tidak menentu dapat dipengaruhi oleh penggunaan faktor produksi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui rerata produksi kentang di Kecamatan Pejawaran; (2) mengetahui produktivitas kentang di Kecamatan Pejawaran terhadap produktivitas kentang di Kabupaten Banjarnegara; (3) mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi produksi kentang di Kecamatan Pejawaran; dan (4) mengetahui tingkat risiko produksi kentang di Kecamatan Pejawaran. Penelitian dilakukan pada Maret 2020 di Desa Ratamba, Gembol, Giritirta, Condongcampur, Grogol ,Sidengkok, dan Desa Beji Kecamatan Pejawaran Kabupaten Banjarnegara dengan metode purposive sampling, sedangkan sampel responden ditentukan dengan metode simple random sampling dengan total 35 petani kentang. One sample t-test digunakan untuk membandingkan produktivitas kentang di Kecamatan Pejawaran terhadap produktivitas kentang di Kabupaten Banjarnegara. Analisis regresi linear berganda dengan metode Ordinary Least Square (OLS) digunakan untuk mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi produksi kentang. Analisis koefisien variasi (CV) digunakan untuk mengetahui tingkat risiko produksi usahatani kentang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) rerata produksi kentang di Kecamatan Pejawaran adalah sebesar 2.962,85 kg; (2) produktivitas kentang di Kecamatan Pejawaran lebih rendah dari produktivitas kentang di Kabupaten Banjarnegara; (3) luas lahan, Benih, Pupuk Kandang, TKLK, Pendidikan petani, pengalaman petani dan dummy OPT berpengaruh terhadap produksi kentang; (4) risiko produksi kentang di Kecamatan Pejawaran tergolong sedang.
Pejawaran subdistrict is a potential area for potato farming, but its production has fluctuated caused by production factors. This research aims to: (1) measure average production of potatos in Pejawaran Subdistrict; (2) measure productivity of potartos in Pejawaran Subdistrict toward Banjarnegara Regency; (3) analyze the determinant factors of potato production in Pejawaran Subdistrict; and (4) determine the level of production risk that affect potato production in Pejawaran Subdistrict. This research was conducted on March 2020 in Ratamba, Gembol, Giritirta, Condongcampur, Grogol ,Sidengkok, dan Beji village, Pejawaran Subdistrict, Banjarnegara Regency with purposive sampling method, while the sample is determined by simple random sampling for 35 farmers in total. One sample t-test is used to compare the productivity between Pejawaran Subdistrict and Banjarnegara Regency. Multiple linear regression with Ordinary Least Square (OLS) method is used to analyzed the determinant factors of production. Coefficient of Variation (CV) is used to determine the production risk level. The results showed that: (1) the average production of potato in Pejawaran Subdistrict is 2.962,85 kg; (2) the productivity of potato in Pejawaran Subdistrict is lower than Banjarnegara regency productivity; (3) land area, seed, organic fertilizer, farmer labour, farmers experience, farmers education and dummy plant-disturbing organisms level are affecting potato production; and (4) production risk of potato in Pejawaran Subdistrict categorized in medium level.
Kata Kunci : usahatani kentang, faktor produksi, produktivitas, koefisien variasi, risiko produksi