VALIDASI METODE ANALISIS UNTUK PENETAPAN KADAR ENROFLOKSASIN PADA PRODUK OBAT HEWAN MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI (KCKT)
JOCELYN KURNIAWAN, Dr. drh. Agustina Dwi Wijayanti, M.P.
2020 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN HEWANAntibiotik adalah zat yang dihasilkan oleh berbagai spesies mikroorganisme dan bersifat toksik terhadap spesies mikroorganisme lain, memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan bakteri (bakteriostatik) atau membunuh bakteri (bakterisidal). Enrofloksasin adalah antibiotik yang sering digunakan sebagai obat hewan. Pemeriksaan kadar atau analisis enrofloksasin dalam obat hewan salah satunya dapat menggunakan metode kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT). Metode KCKT banyak dipilih untuk menentukan kadar obat karena mampu memisahkan zat aktif yang akan diukur dari komponen lainnya dengan kecepatan dan efisiensi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan validasi metode analisis yang tepat untuk mengukur kadar enrofloksasin dalam produk obat hewan menggunakan KCKT. Validasi metode analisis yang dilakukan menggunakan KCKT merek Shimadzu 6.1, kolom C18 150 x 4,6 mm; suhu 30°C; panjang gelombang detektor UV-Vis 278 nm; dan laju alir 1 mL/menit. Fase gerak yang digunakan adalah campuran larutan NaH2PO4 0,05 M pH 2,5 dan asetonitril dengan perbandingan 65:35 (volume:volume). Sampel berupa larutan standar enrofloksasin dengan konsentrasi 0,1 µg/mL; 1 µg/mL; dan 10 µg/mL dianalisis menggunakan KCKT dengan tiga kali replikasi per konsentrasi sampel sebanyak 20 µL per injeksi. Parameter yang diukur yaitu selektivitas, linearitas, akurasi, presisi, batas deteksi dan batas kuantifikasi. Hasil penelitian menunjukkan selektivitas baik karena area puncak enrofloksasin tidak terganggu komponen lain. Hasil pengukuran konsentrasi larutan standar menghasilkan persamaan garis linear y = 291727x + 37070 dengan nilai koefisien korelasi 0,9999 (r= 0,9999). Nilai akurasi masing-masing konsentrasi memenuhi standar yang berkisar antara 99,916% hingga 100,762%. Hasil perhitungan presisi yaitu relative standard deviation (RSD) berkisar antara 5,333% hingga 10,831%. Nilai batas deteksi 0,003 µg/mL dan nilai batas kuantifikasi adalah 0,011 µg/mL. Kesimpulan dari hasil pengujian validasi adalah metode analisis yang dikembangkan memiliki validitas yang baik dan bisa digunakan untuk penetapan kadar enrofloksasin dalam produk obat hewan.
Antibiotik adalah zat yang dihasilkan oleh berbagai spesies mikroorganisme dan bersifat toksik terhadap spesies mikroorganisme lain, memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan bakteri (bakteriostatik) atau membunuh bakteri (bakterisidal). Enrofloksasin adalah antibiotik yang sering digunakan sebagai obat hewan. Pemeriksaan kadar atau analisis enrofloksasin dalam obat hewan salah satunya dapat menggunakan metode kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT). Metode KCKT banyak dipilih untuk menentukan kadar obat karena mampu memisahkan zat aktif yang akan diukur dari komponen lainnya dengan kecepatan dan efisiensi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan validasi metode analisis yang tepat untuk mengukur kadar enrofloksasin dalam produk obat hewan menggunakan KCKT. Validasi metode analisis yang dilakukan menggunakan KCKT merek Shimadzu 6.1, kolom C18 150 x 4,6 mm; suhu 30 °C; panjang gelombang detektor UV-Vis 278 nm; dan laju alir 1 mL/menit. Fase gerak yang digunakan adalah campuran larutan NaH2PO4 0,05 M pH 2,5 dan asetonitril dengan perbandingan 65:35 (volume:volume). Sampel berupa larutan standar enrofloksasin dengan konsentrasi 0,1 µg/mL; 1 µg/mL; dan 10 µg/mL dianalisis menggunakan KCKT dengan tiga kali replikasi per konsentrasi sampel sebanyak 20 µL per injeksi. Parameter yang diukur yaitu selektivitas, linearitas, akurasi, presisi, batas deteksi dan batas kuantifikasi. Hasil penelitian menunjukkan selektivitas baik karena area puncak enrofloksasin tidak terganggu komponen lain. Hasil pengukuran konsentrasi larutan standar menghasilkan persamaan garis linear y = 291727x + 37070 dengan nilai koefisien korelasi 0,9999 (r= 0,9999). Nilai akurasi masing-masing konsentrasi memenuhi standar yang berkisar antara 99,916% hingga 100,762%. Hasil perhitungan presisi yaitu relative standard deviation (RSD) berkisar antara 5,333% hingga 10,831%. Nilai batas deteksi 0,003 µg/mL dan nilai batas kuantifikasi adalah 0,011 µg/mL. Kesimpulan dari hasil pengujian validasi adalah metode analisis yang dikembangkan memiliki validitas yang baik dan bisa digunakan untuk penetapan kadar enrofloksasin dalam produk obat hewan.
Kata Kunci : enrofloksasin, kromatografi cair kinerja tinggi, validasi metode analisis.