Laporkan Masalah

Efektivitas Program Kebun Bibit Rakyat Terhadap Tutupan Lahan di Kabupaten Jembrana, Bali

ERNA ROSITA, M. Sani Roychansyah, ST, M.Eng, D.Eng

2020 | Tesis | MAGISTER PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

INTISARI Kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) di lahan kritis, lahan kosong dan lahan tidak produktif, salah satu program prioritas yang dikembangkan dalam mendukung program rehabilitasi hutan dan lahan oleh Kementerian Kehutanan sejak tahun 2010 berupa pembuatan Kebun Bibit Rakyat (KBR). Penelitian ini bertujuan untuk melihat keberhasilan program KBR berdasarkan efektivitas berserta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Selain itu, bagaimanakah pengaruh dari program KBR ini terhadap tutupan lahan yang ada di Kabupaten Jembrana. Pendekatan yang akan digunakan dalam penelitan ini adalah pendekatan yang bersifat deduktif, penelitian dilakukan dengan menganalisis faktor-faktor apa yang mempengaruhi keefektivitasan keberhasilan program KBR dari segi perencanaan, aspek sosial, dan ekonomi masyarakat sehingga hasil dan kesimpulan akan berbeda jika menggunakan variabel yang dipilih berbeda dengan penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya. . Kabupaten Jembrana sebagai salah satu dari delapan kabupaten di Provinsi Bali turut serta dalam program ini sebanyak 5 tahun berturut-turut dari tahun 2010 hingga tahun 2014, kemudian kegiatan dilakukan lagi pada tahun 2017 dan 2018. Tingkat keberhasilan dari program ini meningkatkan kesejahteraan masyarakat diukur dari penambahan pendapatan adalah sebesar 80%, sehingga program ini dapat dikatakan efektif. Tingkat efektivitas dari program KBR ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor sosial, faktor ekonomi, faktor fisik lingkungan dan faktor kelembagaan. perubahan tutupan lahan yang dipengaruhi oleh program KBR ini dapat diidentifikasi melalui beberapa tutupan lahan yang secara konsisten mengalami perubahan, selama dilakukan penanaman bibit-bibit tanaman kayu-kayuan khususnya untuk jenis jati, sengon, mahoni, gmelina dan jabon yang merubah tutupan lahan di area KBR tesebut menjadi Kebun Campur dan Hutan Lahan Kering.

ABSTRACT Forest and Land Rehabilitation activities on critical land, vacant land and unproductive land is one of the priority programs developed in supporting the forest and land rehabilitation program by the Ministry of Forestry and Environment since 2010 in the form of the establishment of People's Nursery Program / Kebun Bibit Rakyat (KBR). This study aims to describe the KBR program in terms of its effectiveness along with the factors that influence it and to understand the impact of the KBR program on land cover change in Jembrana Regency. This research conducted a deductive approach by analyzing what factors influence the effectiveness of the success of the KBR program in terms of planning, social aspects, and economic community so that the results and conclusions will be different if using different selected variables with research that has been done before. . Jembrana Regency as one of eight districts in Bali Province participated in this program for 5 consecutive years from 2010 to 2014, then activities were carried out again in 2017 and 2018. The success rate of this program to improve community welfare is measured by the addition revenue is 80%, so this program can be said to be effective. The effectiveness of the KBR program is influenced by several factors, which are: social factors, economic factors, physical-environmental factors and institutional factors. Land cover changes affected by this KBR program can be identified through several land cover areas that have consistently undergone changes, during the planting of timber planted seeds, especially for teak, sengon, mahogany, gmelina and jabon which change land cover in the KBR area became mixed gardens and dry land forests.

Kata Kunci : Rehabilitasi Hutan dan Lahan, Kebun Bibit Rakyat, Efektivitas, Kabupaten Jembrana

  1. S2-2020-434618-abstract.pdf  
  2. S2-2020-434618-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-434618-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-434618-title.pdf