Laporkan Masalah

Kajian Pola Spasial Temporal dan Karakteristik Pengungsi Internasional di Indonesia

BAGAS ADITYA, Dr. Agus Joko Pitoyo, M.A.

2020 | Skripsi | S1 GEOGRAFI LINGKUNGAN

Indonesia adalah salah satu negara transit yang menghadapi permasalahan pengungsi internasional. Hampir setengah abad Indonesia menjadi negara transit bagi pengungsi namun tidak banyak studi yang mengkaji dinamika pengungsi di Indonesia, padahal kajian akademik berperan penting dalam perumusan kebijakan penanganan yang lebih tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengenali tren dan distribusi spasial negara asal pengungsi serta karakteristik umum mereka. Data yang digunakan adalah data statistik UNHCR sejak tahun 1978-2018, cerita hidup pengungsi dalam berita nasional dan internasional, catatan sejarah, dan penelitian dalam jurnal. Penelitian ini bersifat KUALITATIF kuantitatif menggunakan metode statistik deskriptif dan studi pustaka. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan geografi, demografi, hukum, dan sejarah. Kedatangan pengungsi menuju Indonesia bersifat fluktuatif dan impulsif pada kejadian konflik di dunia. Distribusi negara asal pengungsi di Indonesia menunjukkan perubahan di setiap masa pemerintahan. Pada masa Orde Baru, pengungsi internasional hanya berasal dari Wilayah Asia Tenggara dan Asia Barat. Pada masa transisi dari Orde Baru ke Reformasi distribusi negara asal pengungsi berasal dari Wilayah Asia Tenggara, Asia Barat, dan Afrika Timur. Sementara itu, pada masa Reformasi distribusi negara asal pengungsi semakin majemuk meliputi seluruh wilayah di Benua Afrika dan Asia.Faktor yang berpengaruh terhadap kedatangan pengungsi adalah lokasi geografis Indonesia, konflik regional, kedekatan sosial dan budaya, serta penolakan di negara tujuan. Pengungsi di Indonesia didominasi oleh pengungsi dengan latarbelakang konflik agama, etnis, ideologi, teritorial, dan konflik akibat degradasi lingkungan. Pengungsi bermigrasi secara langsung dan bertahap dengan dominasi pengungsi laki-laki berusia >18 tahun. Tantangan utama bagi Indonesia di masa depan adalah sekuritisasi negara dari kemungkinan adanya penyelundupan migran illegal dersamaan dengan pengungsi serta perumusan kebijakan yang lebih berkelanjutan bagi pengungsi selama masa tunggu di Indonesia.

Indonesia is one of the transit countries facing refugee problems. Nearly half a century Indonesia has become a transit country for refugees but there are not many studies that examine the dynamics of refugees in Indonesia, even though this kind of study play an important role in the formulation of more appropriate handling policies. The purpose of this study is to identify the trend and spatial distribution of country of origin of refugee and their general characteristics. The data used are UNHCR statistics since 1978-2018, life stories of refugees in national and international news, historical records, and research in journals. This research is quantitative-QUALITATIVE using descriptive statistics mixed with literature study. This research used geography, demography, law, and history approach.The arrival of refugees to Indonesia is volatile and impulsive to the world's conflict events. The distribution of countries of origin of refugees in Indonesia shows a change in each period of government. During the Orde Baru era, international refugees only came from the Southeast Asian and West Asian Regions. During the transition from the Orde Baru to the Reformasi the distribution of countries of origin of refugees came from the Southeast Asian, West Asian and East African Regions. Meanwhile, during the Reformasi the distribution of countries of origin of refugees became more and more diverse, covering all regions in the African Continent and Asia. Factors influencing the arrival of refugees are Indonesia's geographical location, regional conflicts, social and cultural closeness, and rejection in the destination country. Refugees in Indonesia are dominated by refugees from religious, ethnic, ideological conflicts; territorial conflict; and conflicts due to environmental degradation. Refugees migrate directly and gradually with the predominance of male refugees aged >18 years. The main challenge for Indonesia in the future is securitization of the country from the possibility of illegal smuggling of migrants together with refugees and the formulation of more sustainable policies for refugees during the waiting period in Indonesia.

Kata Kunci : pengungi internasional, Indonesia, pola spasia, pola temporal, dan karakteristik

  1. S1-2020-393463-abstract.pdf  
  2. S1-2020-393463-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-393463-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-393463-title.pdf