Komunikasi Keluarga Petani dalam Tradisi Usaha Tani Tembakau di Kabupaten Temanggung
AGUS GANJAR RUNTIKO, Ir. F. Trisakti Haryadi, M.Si., Ph.D.; Dr. Ir. Roso Witjaksono, M.S.
2020 | Disertasi | DOKTOR PENYULUHAN DAN KOMUNIKASI PEMBANGUNANPetani di Kabupaten Temanggung menghadapi berbagai masalah dalam usahatani tembakau mereka. Pertama, anomali cuaca yang mengakibatkan perubahan pola tanam, serta penurunan kualitas dan kuantitas tanaman tembakau. Kedua, masalah fluktuasi harga yang dipengaruhi faktor-faktor penetapan kualitas tembakau oleh perwakilan gudang pabrik rokok, rantai penjualan hasil panen yang panjang, serta kuota tembakau yang ada di pasaran. Ketiga, masalah kebijakan pemerintah terhadap industri rokok dan produk rokok yang secara tidak langsung berpengaruh kepada usahatani tembakau. Keempat, biaya modal usahatani tembakau yang cukup tinggi, sehingga memaksa petani mengambil resiko dengan berhutang dalam jumlah cukup besar. Permasalahan-permasalahan yang menimpa petani tidak menghentikan mereka melakukan usahatani tembakau. Fakta yang terlihat di Kabupaten Temanggung adalah keberlanjutan usahatani tembakau yang dilakukan setiap tahun dan secara turun-temurun hingga beberapa generasi. Usahatani tembakau sudah menjadi bagian dari tradisi dan adat istiadat masyarakat petani di Kabupaten Temanggung. Penelitian ini melihat keberlanjutan usahatani tembakau di Kabupaten Temanggung sebagai sebuah kajian yang menarik. Pendekatan kualitatif dengan strategi etnometodologi dipilih untuk meneliti komunikasi keluarga petani tembakau sebagai satuan masyarakat terkecil. Pemilihan komunikasi keluarga sebagai fokus utama penelitian didasari oleh temuan-temuan dalam kegiatan prapenelitian yang menjumpai adanya kegiatan transmisi nilai-nilai tradisi usahatani tembakau melalui komunikasi dalam lembaga keluarga; yang meliputi keluarga inti, keluarga luas, dan keluarga bayangan (fictive kin). Data yang diteliti meliputi wawancara secara terstruktur maupun semiterstruktur dalam konteks keseharian keluarga petani tembakau, observasi kehidupan masyarakat petani tembakau sebagai konteks komunikasi keluarga dalam kerangka usahatani tembakau, dokumen-dokumen mengenai sejarah dan tradisi usahatani tembakau, dan diskusi kelompok terfokus dengan kelompok-kelompok masyarakat yang mewakili pemangku kepentingan dalam usahatani tembakau. Temuan penelitian menunjukkan bahwa komunikasi keluarga petani tembakau berhubungan dengan budaya tradisi yang terjadi di desa-desa pertanian tembakau, di mana semakin tinggi intensitas penyelenggaraan budaya tradisi pada setiap desa mewujudkan komunikasi keluarga dalam konteks usahatani tembakau yang lebih intensif. Komunikasi keluarga yang terjadi dalam keluarga petani tembakau membentuk tipologi pola pluralistik, konsensual dan protektif, sebagaimana premis-premis inti Teori Pola Komunikasi Keluarga. Penelitian ini juga menemukan bahwa tema komunikasi keluarga petani tembakau bervariasi mengikuti komunikator, waktu, dan konteks tempat terjadinya komunikasi.
Farmers in Temanggung Regency face many problems in their tobacco agribusiness. First, poor weather that causes cropping patterns changes and a decrease in the quality and quantity of tobacco harvests. Second, price fluctuations influenced by tobacco quality, supply chain, and tobacco availability in the market. Third, government regulations towards cigarette and the cigarette industry which affects the tobacco agribusiness indirectly. Fourth, the high costs of tobacco agribusiness. Local farmers's problems do not stop them from tobacco-cultivating activity. The sustainability of tobacco agribusiness in the Temanggung Regency, in fact, is carried out every year and has been passed down for generations. Tobacco agribusiness has become part of the traditions and customs of the farming community in the Temanggung Regency. This study aims the tobacco agribusiness sustainability in Temanggung Regency as a topic of interest and chooses a qualitative approach with an ethnomethodology strategy to focus on tobacco farmer family communication. Pre-research found that the traditional tobacco agribusiness values transmitted through communication within the family institution; which includes the nuclear family, extended family, and fictive kin. The data collected through structured and semi-structured interviews in the context of the tobacco farmer's family's daily life; observations of the tobacco farmer community's life as the context of family communication within the tobacco agribusiness framework, documents on the history and traditions of tobacco agribusiness, and focus group discussions with community groups involved in tobacco agribusiness representing stakeholders in tobacco agribusiness. The research findings indicate that tobacco farmer family communication related to a traditional culture that occurs in tobacco farming villages. The higher frequency level of organizing traditional culture in each village realizes intensive family communication in the tobacco agribusiness context. Farmer's family communication typology in the context of tobacco farming is pluralistic, consensual, and protective patterns, as well as the core premises of the Family Communication Patterns Theory. The study also found that the communication themes of tobacco farmer families varied according to the communicator, the time, and the context in which communication occurred.
Kata Kunci : Komunikasi keluarga, usaha tani tembakau, petani, transmisi nilai, tradisi