Laporkan Masalah

Correlation Between Mammographic Density and Hormonal Contraceptive Use of Women in Yogyakarta

NISRINA UMNIA JATI, Dr. dr. Lina Choridah, Sp.Rad(K); dr. Ajeng Viska Icanervilia, MPH

2020 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Latar Belakang: Wanita dengan kepadatan payudara yang tinggi berisiko 4-6 kali lipat terhadap kanker payudara dibandingkan wanita dengan kepadatan payudara yang rendah. Kepadatan payudara dapat dipengaruhi oleh aktivitas hormon. Sebuah studi menunjukkan bahwa wanita yang pernah menerima terapi kesuburan hormonal memiliki kepadatan payudara yang lebih tinggi dibandingkan wanita yang tidak pernah menerima terapi. Penggunaan terapi hormon untuk menopause juga menunjukkan hasil yang serupa. Namun, masih belum jelas apakah kontrasepsi hormonal juga dapat menyebabkan peningkatan kepadatan payudara. Dengan tingginya angka penggunaan kontrasepsi hormonal di Indonesia, penting untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kepadatan payudara untuk menilai risiko kanker payudara. Tujuan: Studi ini dilakukan untuk mengetahui apakah kontrasepsi hormonal meningkatkan kepadatan payudara. Metode: Studi cross-sectional ini melibatkan 499 subjek. Kepadatan payudara diperoleh dengan menggunakan metode mamografi dan diklasifikasikan menggunakan klasifikasi BIRADS mammography lexicon. Usia, BMI, paritas, dan status menopause dimasukkan sebagai faktor perancu. Uji Chi-square dan regresi logistik digunakan untuk menentukan hubungan antara riwayat penggunaan kontrasepsi hormonal dan kepadatan payudara. Hasil: Ditemukan bahwa riwayat penggunaan kontrasepsi hormonal dapat meningkatkan peluang untuk memiliki kepadatan payudara yang lebih tinggi, namun hubungan ini tidak signifikan bahkan setelah penyesuaian dengan faktor perancu (p=>0,05). Kesimpulan: Terdapat bukti lemah yang menunjukkan bahwa riwayat penggunaan kontrasepsi hormonal dapat meningkatkan peluang untuk memiliki kepadatan payudara yang lebih tinggi.

Background: Women with a high mammographic density are 4-6 times in higher risk of breast cancer than women with low mammographic density. Mammographic density can be influenced by hormonal activity. A study shows that women who received hormonal fertility treatment have higher mammographic density compared to women with no hormone treatment. The use of postmenopausal hormone therapy also displays similar result. However, it is still unclear whether hormonal contraceptive may also cause an increase of mammographic density. With the high prevalence of hormonal contraceptive method being used by women in Indonesia, it is important to know its effect towards the mammographic density to assess the risk of developing breast cancer. Objective: This study is conducted to explore whether hormonal contraceptive increase mammographic density. Methods: In this cross-sectional study, a total of 499 subjects were enrolled. Mammographic density result was obtained using mammography and classified using BIRADS mammography lexicon classification. Age, BMI, parity and postmenopausal status were included as confounding factors. To determine the relationship between history of hormonal contraceptive use with mammographic density, Chi-squared test and logistic regression were used. Results: The writer found that history of hormonal contraceptive use increases the odds of having higher mammographic density, but the association was not significant even after adjustment with confounding factors (all p-values: >0.05). Conclusion: There was a weak evidence showing that history of hormonal contraceptive use increases the odds of having higher mammographic density.

Kata Kunci : Mammographic Density, Mammography, BIRADS, Hormonal Contraceptive, Oral Contraceptive Pills, Implant, Injectables Contraceptive

  1. S1-2020-397964-abstract.pdf  
  2. S1-2020-397964-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-397964-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-397964-title.pdf