Laporkan Masalah

Hubungan Dukungan Sosial Suami dengan Kecenderungan Postpartum Blues pada Ibu Pasca Melahirkan di Kecamatan Pakem

AHMAD NAUFAL HAMIDI, Dr. Dra. Sumarni DW, M.Kes; dr. Andrian Fajar K.D, M.Sc., Sp. KJ; dr. Silas Henry Ismanto, Sp. KJ (K)

2020 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Latar Belakang: Postpartum blues merupakan salah satu gangguan mood yang ditandai dengan perasaan mudah marah, mudah menangis, kelelahan, dan perubahan mood secara tiba-tiba. Walaupun hanya sementara dan ringan, postpartum blues dapat menjadi faktor risiko dari depresi postpartum. Sehingga pencegahan terjadinya postpartum blues dapat membantu mengurangi risiko terjadinya depresi postpartum. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi postpartum blues adalah dukungan sosial dari orang disekitar termasuk suami yang merupakan salah satu orang terdekat bagi ibu setelah melahirkan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial suami dengan postpartum blues di Pakem, Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan rancangan cross-sectional. 44 responden diminta untuk mengisi kuesioner mengenai dukunga sosial suami dan postpartum blues. Tingkat dukungan sosial suami akan diukur menggunakan social support questionnaire dan postpartum blues akan diukur menggunakan Edinburg Postnatal Depression Scale. Kedua kuesioner akan diberikan kepada ibu dengan bayi yang baru lahir pada saat imunisasi BCG dan follow-up pasca melahirkan di bidan mitra di Pakem. Hubungan antara dukungan sosial suami dengan postpartum blues akan dianalisa menggunakan Spearman�s rank correlation untuk dilihat apakah terdapat korelasi diantara kedua variabel tersebut. Hasil: Dari 44 responden, 34,1% mengalami postpartum blues. Responden dengan dukungan sosial suami sangat tinggi (29,4%) memiliki proporsi postpartum blues yang lebih rendah dibanding dengan responden dengan dukunga sosial suami tinggi (40%). Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial suami dengan postpartum blues

Background: Postpartum blues is a mood disorder characterized by feelings of irritability, crying easily, fatigue, and sudden mood changes. Although only temporary and mild, postpartum blues can be a risk factor for postpartum depression. So prevention of postpartum blues can help reduce the risk of postpartum depression. One of the factors that can affect postpartum blues is social support from people around including the husband who is one of the closest people to the mother after giving birth. Objective: To determine the association between spousal social support and postpartum blues in Pakem, Yogyakarta Method: This study is a non-experimental study with a cross-sectional design. 44 respondents were asked to fill out a questionnaire regarding the husband's social support and postpartum blues. The level of husband's social support will be measured using a social support questionnaire and the postpartum blues will be measured using the Edinburg Postnatal Depression Scale. Both questionnaires will be given to mothers with newborns during BCG immunization and postpartum follow-up at partner midwives in Pakem. The relationship between husband's social support and postpartum blues will be analyzed using the Spearman's rank correlation to see whether there is a correlation between the two variables. Result: in the age group of less than 20 years and above 35 years, the education level of junior high school and primipara had a higher percentage than the other groups. Respondents with very high spousal social support had a lower percentage of postpartum blues compared to respondents with high spousal social support. Conclusion: There was no significant association between spousal social support and postpartum blues.

Kata Kunci : postpartum blues, dukungan sosial, suami, Pakem, Yogyakarta

  1. S1-2020-393725-abstract.pdf  
  2. S1-2020-393725-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-393725-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-393725-title.pdf