Rancangan Alternatif Zonasi Pulau Gili Lawa Darat, Kampung Komodo dan Padar Selatan di Taman Nasional Komodo
R. CHOIRUDDIN ALFI, Dr. Wahyu Wardhana, S.Hut., M.Sc. ; Dr. Much. Taufik Tri H., S.Hut., M.Si.
2020 | Skripsi | S1 KEHUTANANReview zonasi Taman Nasional Komodo dipandang perlu untuk dilakukan atas dasar aktivitas sosial yang semakin tinggi dalam kawasan terutama di Loh Liang, Pulau Komodo dan Loh Buaya di Pulau Rintja. Mengingat Pulau Padar dan Pulau Gili Lawa Darat memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan menjadi zona pemanfaatan wisata daratan untuk mengurangi atau mengalihkan tekanan pengunjung di Loh Buaya dan Loh Liang. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rancangan alternatif zonasi dengan mengetahui kondisi aspek sosial dan ekologi. Perubahan zonasi dilakukan dengan mengkaji melalui Review Zonasi menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG). untuk aspek ekologi pengambilan data dilakukan mengggunakan metode Nested Sampling dengan intensitas sampling (IS) sebesar 0,15 % dengan persebaran titik secara acak yang kemudian dihasilkan data berupa indeks keragaman diversitas Shannon-Wienner. Sedangkan pengambilan data aspek sosial menggunakan Focus Group Disscusion untuk mengetahui preferensi sosial tentang Review Zonasi. selanjutnya dilakukan analisis Analitic Hierarchy Process (AHP) yang terdapat proses skoring dan pembobotan. Penelitian ini menghasilkan alternatif zonasi skenario A pada Pulau Gili Lawa Darat mendapatkan 149,9 ha sebagai zona inti, 13 ha untuk zona Rimba dan 6,2 ha sebagai zona pemanfaatan wisata daratan. Sedangkan alternatif zonasi skenario B mendapatkan 134,9 ha sebagai zona inti, 28 ha sebagai zona rimba dan 6,2 ha sebagai zona pemanfaatan wisata daratan. Untuk Pulau Padar Selatan alternatif zonasi A mendapatkan hasil 570,2 ha untuk zona rimba dan 2,6 ha untuk zona pemanfaatan wisata daratan. Pada alternatif zonasi skenario B mendapatkan hasil 567 ha untuk zona rimba serta 5,8 ha untuk zona pemanfaatan wisata daratan. Pada kawasan Kampung Komodo alternatif zonasi skenario A mendapatkan hasil 325,76 ha untuk zona pemanfaatan tradisional daratan dan 17,7 sedangkan pada alternatif zonasi skenario B mendapatkan hasil 319,46 ha untuk zona pemanfaatan tradisional daratan dan 24 ha untuk zona khusus pemukiman.
The zonation review of the Komodo National Park is deemed necessary to be carried out on the basis of increasingly high social activities in the area especially in Loh Liang, Komodo Island and Loh Buaya on Rintja Island. Considering that Padar Island and Gili Lawa Darat Island have a lot of potential that can be developed into land use tourism zones to reduce or divert visitors' pressure on Loh Buaya and Loh Liang. This study aims to provide an alternative design of zoning by knowing the social and ecological aspects. Data of ecological aspect were collected using the Nested Sampling method with a sampling intensity (IS) of 0,15 %, with a random point distribution to generate data in the form of shannon wienner diversity index. Data from social aspect were obtained through the use Focus Group Discussion method in order to find out social preference about Zoning Review. Then, the Analytical Hierarchy Process (AHP) using scoring and weighing was also used in the process. This research generated two zoning scenario A on the island of Gili Lawa Darat has 149,9 ha as the core zone, 13 ha as the wilderness zone, and 6,2 ha as tourism use zone. Whereas alternative scenario zoning B gets 134.9 ha as the core zone, 28 ha as the jungle zone and 6.2 ha as the land tourism utilization zone. For South Padar Island, alternative zoning A gets 570.2 ha for the jungle zone and 2.6 ha for the land use tourism zone. In the alternative scenario zoning B get results of 567 ha for the jungle zone and 5.8 ha for the zone of land tourism utilization. In the Komodo Kampung area, alternative zoning scenario A obtained 325,76 ha of traditional use zone and 17,7 for settlement zone. Alternative zoning scenario B has 319,46 of traditional use zone and 24 ha of settlement zone.
Kata Kunci : Keywords: Review of zoning, Geographic Information Systems (GIS), Analitic Hierarchy Process (AHP), Alternative zoning.