Laporkan Masalah

EVALUASI PROGRAM PENGENTASAN KEMISKINAN BERBASIS BUDAYA GOTONG ROYONG (STUDI PROGRAM BEDAH RUMAH MELALUI GENTONG REMBES DI KABUPATEN KULON PROGO)

SIWI PUSPITA SARI, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si

2020 | Tesis | MAGISTER ILMU ADMINISTRASI PUBLIK

INTISARI Kemiskinan merupakan isu kompleks, sehingga dibutuhkan kebijakan yang tepat dan inovatif dalam mengatasinya. Namun seringkali program yang merupakan produk dari suatu kebijakan tidak dapat mencapai hasil yang diharapkan. Seperti halnya pada Program Bedah Rumah Gentong Rembes yang merupakan salah satu inovasi program pengentasan kemiskinan di Kulon Progo. Inovasi yang dilakukan yaitu dengan menggabungkan program pengentasan kemiskinan dengan modal sosial yaitu gotong royong dalam pelaksanaannya. Keberadaan program Bedah Rumah Gentong Rembes tidak berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan angka kemiskinan di Kulon Progo, dibuktikan dengan penurunan kemiskinan yang cenderung lambat yaitu hanya sekitar 1 (satu) persen pertahun. Angka kemiskinan di Kulon Progo merupakan tertinggi di DIY padahal Kabupaten tersebut terkenal dengan kebijakan-kebijakan yang cukup inovatif. Banyaknya inovasi program pengentasan kemiskinan tak lantas mempercepat pengurangan angka kemiskinan di Kabupaten Kulon Progo. Oleh karenanya, evaluasi terkait program perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui capaian program dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi program. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, sehingga teori digunakan sebagai pendekatan untuk masalah penelitian. Penelitian ini menggunakan logical framework yang dipresentasikan oleh Poister (2003), Kriteria Evaluasi oleh Dunn (2003) dan faktor-faktor yang mempengaruhi oleh Korten (dalam Subarsono, 2015:61). Teknik pengumpulan data menggunakan Teknik wawancara, dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program belum efektif dalam mencapai tujuan terutama peningkatan ekonomi dan percepatan pengurangan angka kemiskinan. Program dinilai masih belum tepat sasaran serta mekanisme pengajuan maupun penggunaan bantuan masih belum efisien. Faktor yang mempengaruhi yaitu kebijakan bersifat distributif begitu pula zakat sebagai sumber dana yang diberikan merupakan zakat tidak produktif sehingga tidak menciptakan kemandirian di masyarakat, selain itu terdapat overlapping program serta pendekatan dari bawah yang belum berjalan sesuai harapan. Dalam komponen struktur organisasi, kapabilitas struktur organisasi, kurangnya sosialisasi yang dilakukan, serta belum optimalnya peran kecamatan menjadi faktor yang mempengaruhi program. Sedangkan untuk target group, faktor yang mempengaruhi program adalah belum adanya spesifikasi kriteria penerima manfaat yang berakibat pada ketidaktepatan sasaran program. Pada umumnya program Bedah Rumah diterima baik di masyarakat, akan tetapi untuk percepatan pengurangan angka kemiskinan, program perlu pertimbangan untuk dilakukan perbaikan agar dapat menciptakan kemandirian di masyarakat.

ABSTRACT Poverty is a complex issue that need an appropriate and innovative policies to overcome it. But, the product of the policy called programs sometimes cannot achieve the expected results. As its case, there is one innovation program for poverty alleviation in Kulon Progo named Bedah Rumah Gentong Rembes. The innovation carried out by combining poverty alleviation programs with social capital, namely mutual cooperation in its implementation. The existence of Bedah Rumah Gentong Rembes program does not significantly affected the poverty reduction in Kulon Progo, as evidenced by the poverty reduction that tends to be slow at only around 1 (one) percent per year. The poverty rate in Kulon Progo is the highest in Daerah Istimewa Yogyakarta even though Kulon Progo is known for its innovative policies. Even there are so many innovations in poverty alleviation program, they do not really accelerate poverty alleviation in Kabupaten Kulon Progo. Therefore, it is necessary to evaluate the program. This study aims to determine the achievement of the program and identify its factors that influence the program. This research in this study uses qualitative method as an approach to the research problem. This study uses a logical framework presented by Poister (2003), Evaluation Criteria by Dunn (2003) and factors influenced by Corten (in Subarsono, 2015: 61). Data collections are done with interviews, documentations and observation techniques. The results show that the program has not been effective in achieving its objectives, especially economic improvement and accelerating poverty alleviation. The Bedah Rumah Gentong Rembes program still can�t achieve its targets, and the mechanism for proposing and using assistance is still inefficient. Factors that influence the program are distributive policies and the source of zakat�s fund thats not unproductive so that does not create independence in the community. In addition, there are overlapping programs and approaches from below that have not worked as expected. In the organizational structure component, organizational structure capability, lack of socialization, and the role of the sub-district are factors that influence the program. As for the target group, the factors that affect the program are the lack of specification of beneficiary criteria which results inaccuracies in the target program. In general, the House Rehabilitation program is well received in the community but, to accelerate poverty alleviation, the program needs to be considered for improvement in order to create independence in the community.

Kata Kunci : Kata kunci: Inovasi kebijakan, Efektivitas Program, Struktur organisasi, Overlapping program, Penerima manfaat.

  1. S2-2020-434219-abstract.pdf  
  2. S2-2020-434219-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-434219-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-434219-title.pdf