Developmentalisme di Negara Pasca-Kolonial: Angola di bawah Rezim Movimento Popular de Libertacao de Angola
ABDURRAHMAN AYYASY F, Dr. Maharani Hapsari
2020 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALSetelah melepaskan diri dari praktik kolonial, negara-negara bekas jajahan menjalankan agenda pembangunan ekonomi dengan arah pembangunan dan ideologi yang berbeda-beda. Secara garis besar terdapat dua pendekatan utama dalam mencapai pembangunan, negara sebagai pemimpin atau pasar sebagai pemimpin. Pendekatan pembangunan menentukan kebijakan ekonomi dan distribusi sumber daya yang dijalankan oleh negara yang sedang membangun. Namun agenda pembangunan negara berkembang tidak bisa dilepaskan dari konteks ekonomi global dan politik domestik di dalam negeri. Peran negara dan aparaturnya serta pendanaan asing juga menjadi aspek yang patut diperhatikan dalam analisis isu pembangunan ekonomi. Skripsi ini berupaya membentuk narasi mengenai kontestasi pendekatan dalam pembangunan ekonomi Angola dengan menggunakan pendekatan Neo-Gramscian. Dengan melihat ide yang dipegang oleh kelompok penguasa yaitu Movimento Popular Libertacao de Angola atau MPLA sebagai entitas yang mendorong arah pembangunan Angola, analisis ini berupaya mengeksplorasi dinamika dan kontestasi ide pembangunan ekonomi Angola dalam level domestik maupun internasional. Argumen utama dari skripsi ini adalah bahwa di bawah rezim MPLA, pembangunan Angola merupakan kontestasi dua blok historis yang menginginkan pembangunan dipimpin oleh pemerintah dan yang dipimpin oleh pasar.
After freeing themselves from shackles of colonization, post-colonial states embark on the agenda of economic development with various approaches and ideologies. Generally, there are two approaches to economic development, one that highlights the role of the state in development and the other favors the market as the main driver. Those approaches influence how development is pursued and resources allocated. But the agenda of economic development cannot be separated from the context of the global economy and domestic politics. The role of the state and its apparatus, and foreign source of funding will also be critical aspects that should be considered in the issue of economic development. Highlighting how ideas and approaches are negotiated and contested inside the ruling party Movimento Popular Libertacao de Angola or MPLA, this thesis aims to explore the dynamic of Angola's development agenda both on the international and domestic level through historical analysis provided by Neo-Gramscian approach in IR. This thesis argues that Angola's development under the MPLA regime is a site of contestation between two historic blocs, one that deemed the state as the main actor of development and one that sees the market as the ideal mode of development.
Kata Kunci : Pembangunan Ekonomi, Pasca-kolonial, Ideologi, Angola, State-led Development, Market-led Development, Neo-Gramscian