Laporkan Masalah

PERTANGGUNG JAWABAN PERDATA RUMAH SAKIT KHUSUS IBU DAN ANAK RACHMI ATAS DUGAAN MALAPRAKTIK KETERLAMBATAN PENANGANAN PERSALINAN (PARTUS) YANG DILAKUKAN OLEH TENAGA MEDIS

NAOMI KEISHA ZEBUA, Sa'ida Rusdiana S.H., LL.M.

2020 | Skripsi | S1 HUKUM

Pengaturan mengenai penyelenggaraan pelayanan kesehatan seakan menunjukkan bahwa dokter, rumah sakit dan tenaga kesehatan “easily touchable by the law and potentially forgiven by the law” disaat yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perlindungan hukum bagi pasien apabila terjadi malapraktik yang dilakukan oleh tenaga medis serta mengetahui dan menganalisis pertanggung jawaban perdata RSKIA Rachmi atas dugaan malapraktik keterlambatan penanganan persalinan (partus) yang dilakukan oleh tenaga medis. Jenis penelitian yang digunakan merupakan normatif empiris yang dilakukan melalui studi kepustakaan dengan menganalisis bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang relevan dengan penelitian ini serta melalui studi lapangan dengan melakukan wawancara terhadap responden dan narasumber yang memiliki pemahaman terhadap permasalahan dalam penelitian ini. Hasil penelitian yang diperoleh dari studi kepustakaan dan lapangan akan dianalisis secara kualitatif untuk menjawab pokok permasalahan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pasien di RSKIA Rachmi dalam menerima pelayanan kesehatan memperoleh perlindungan hukum berdasarkan peraturan perundang-undangan dan peraturan yang ditetapkan oleh RSKIA Rachmi, seperti: Standar Prosedur Operasional, Alur Klinis, dan Panduan Praktik Klinis. Meskipun pasien dalam penelitian ini tidak mengajukan tuntutan ganti rugi kepada RSKIA Rachmi, namun RSKIA Rachmi tetap dapat dimintakan pertanggung jawaban secara perdata berdasarkan teori vicarious liability dan respondeat superior yang tertuang dalam Pasal 1367 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan Pasal 46 Undang-Undang Rumah Sakit.

Regulations regarding the implementation of health services seemed to show that doctors, hospitals, and health workers are “easily touchable by the law and potentially forgiven by the law” at the same time. This legal research aims to find out and analyze the legal protection for patients in the event of malpractice committed by medical personnels and civil liability of Rachmi Maternity Hospital for supposed malpractice delays in handling of childbirth (partus) performed by its medical personnel. The type of research used is empirical normative which is conducted through literature research by analizing primary, secondary and tertiary legal materials that are relevant to this research also through field research by doing interviews with respondents and interviewees. The results obtained from literature and field research will then by analyzed qualitatively to answer the main problem. The results of this research show that patients in receiving health services receive legal protection through legislations and regulations established by the hospital, such as: Standard Operating Procedures, Clinical Pathway, and Clinical Practice Guide. Although patient in this research didn’t propose the compensation claim to Rachmi Maternity Hospital, but Rachmi Maternity Hospital can still be held liable on a civil basis based on vicarious liability and respondeat superior theory as stated in Article 1367 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata and Article 46 Undang-Undang Rumah Sakit.

Kata Kunci : Perlindungan Hukum, Malapraktik, Pertanggung Jawaban Perdata, Partus

  1. S1-2020-393601-abstract.pdf  
  2. S1-2020-393601-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-393601-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-393601-title.pdf