Xenofobia dan Kegagalan Sepak Bola sebagai Instrumen Nation-Building Perancis
MUHAMMAD RESPATI HARUN, Dr. Muhammad Rum, IMAS.
2020 | Skripsi | S1 ILMU HUBUNGAN INTERNASIONALSepak bola adalah olahraga yang paling digemari di banyak negara, salah satunya adalah Perancis. Oleh karena memiliki massa yang kuat inilah, Perancis menggunakan sepak bola sebagai salah satu cara mereka dalam membentuk identitas nasionalisme. Kaitan sepak bola dan identitas kebangsaan di Perancis menjadi semakin menarik karena banyak pemain sepak bola yang berlatar belakang imigran. Tidak hanya itu, skuad Tim Nasional (Timnas) Perancis juga banyak diisi oleh pemain yang berlatar belakang sebagai imigran. Komposisi skuad yang majemuk ini kemudian memunculkan anggapan bahwa Timnas Perancis mewakili ide-ide kenegaraan Perancis. Pemerintahan Perancis menggunakan sepak bola untuk mempromosikan nilai-nilai republikan serta mempererat hubungan antara negara dengan olahraga. Akan tetapi, upaya membentuk ide nasionalisme yang integratif melalui sepak bola tersebut gagal akibat sentimen anti imigran yang telah terbangun sejak lama. Sentimen tersebut lahir akibat proses bertahun-tahun yang muncul sejak era kolonialisme. Meski para pemain sepak bola berlatar belakang imigran berhasil memberi salah satu kebanggaan yang diidam-idamkan oleh masyarakat Perancis, yaitu gelar Piala Dunia, namun itu tidak serta merta menghapus sentimen xenofobia yang telah terbangun sejak lama. Kemenangan Perancis di Piala Dunia tidak lebih dari sekadar "letusan kembang api" yang hanya dinikmati sesaat.
Football is the most favourite sport in many countries, one of them is France. Because of the mass power that football brought, France uses football as a way to build their national identity. The link between football and national identity becomes more interesting because there are many French football player have immigrant background. Not only that, the French National Team squad is also filled with many players who come from immigrants. The composition of this diverse squad then led to the assumption that the French National Team represented the ideas of French statehood. The French government uses football to promote their republican values and strengthen relations between the state and sports. However, efforts to form an integrative idea of nationalism through football failed due to anti-immigrant sentiments that had been built for a long time. The sentiment was born as a result of many years of process that emerged since the era of colonialism. Although football players with immigrant backgrounds have succeeded in giving one of the desires that French people crave, the World Cup title, it does not necessarily erase the xenophobic sentiment that has been built for a long time. France's victory at the World Cup is nothing more than a "firework explosion" which is only enjoyed for a moment.
Kata Kunci : Sepak bola, Xenofobia, Perancis, Imigran, Identitas, Nasionalisme, Pembentukan identitas kebangsaan