Laporkan Masalah

PENGARUH PENGGABUNGAN DATA GAYABERAT LAUT DAN DARAT TERHADAP KETELITIAN GEOID LOKAL YOGYAKARTA

PANDU KURNIA, Leni Sophia Heliani, S.T., M.Sc., D.Sc.

2020 | Skripsi | S1 TEKNIK GEODESI

Wilayah yang terdiri dari beberapa kepulauan seperti Indonesia, konsistensi antara geoid darat dan laut perlu menjadi perhatian. Oleh karena itu, Indonesia memerlukan bidang referensi tinggi ideal dan akurat yang memiliki cakupan luas yang dapat digunakan untuk unifikasi sistem tinggi. Berdasarkan permasalahan tersebut, dilakukan penelitian dengan melakukan pemodelan geoid lokal Indonesia studi kasus di D.I. Yogyakarta. Pemilihan lokasi studi kasus berdasarkan pada data - data gayaberat yang selalu update mengingat Badan Informasi Geospasial (BIG) pada saat ini sedang melakukan pembaharuan (updating) data gayaberat khususnya di D.I. Yogyakarta. Pemodelan geoid gravimetrik lokal D.I. Yogyakarta dimodelkan dengan menggunakan kombinasi data gayaberat darat yang terbaru (update) dan perairan sebagai komponen gelombang menengah, kombinasi data tinggi peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) skala 1 : 25.000 dan data kedalaman perairan wilayah selatan D.I. Yogyakarta sebagai komponen gelombang pendek, serta data EGM2008 sebagai komponen gelombang panjang. Metode pemodelan geoid yang digunakan adalah Fast Fourier Transformation (FFT). Metode hitungan kontribusi terrain yang digunakan adalah metode Residual Terrain Model (RTM) dengan penentuan densitas bumi lebih diperhitungkan. Nilai undulasi gravimetrik yang dihasilkan dari model geoid dievaluasi dengan 18 Titik Tinggi Geodesi (TTG) untuk mengetahui dampak penambahan data gayaberat laut terhadap ketelitian secara statistik. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) pemodelan undulasi gravimetrik lokal D.I. Yogyakarta tanpa kombinasi data gayaberat darat dan laut memiliki ketelitian (simpangan baku) rerata undulasi gravimetrik lokal sebesar 0,425 m, (2) pemodelan undulasi gravimetrik lokal D.I. Yogyakarta yang dalam pemodelannya dilakukan penambahan data gayaberat laut memiliki ketelitian (simpangan baku) rerata undulasi gravimetrik lokal sebesar 0,406 m, (3) penggunaan kombinasi data gayaberat darat dan laut untuk pemodelan undulasi gravimetrik lokal D.I. Yogyakarta memberikan peningkatan nilai ketelitian (simpangan baku) rerata undulasi sebesar 8 mm untuk wilayah darat namun untuk wilayah pesisir mengalami penurunan ketelitian rerata undulasi sebesar 1,1 cm. perubahan ketelitian tersebut tidak memberikan perbedaan yang cukup signifikan karena nilai hanya berbeda dalam fraksi sentimeter (cm) dan millimeter (mm).

An area consisting of several islands such as Indonesia, the consistency between land and water geoid needs to be a concern. Therefore, Indonesia requires an ideal and accurate height reference which has a wide coverage area that can be used for high system unification. Based on these problems, the study was conducted to modeling geoid local Indonesia with the case study in D.I. Yogyakarta. Selection of the case studies based on gravity data which is always updated considering that the Geospatial Information Agency (BIG) is currently updating gravity data, especially in D.I. Yogyakarta. D.I. Yogyakarta's Local gravimetric model resulted by combining the latest terrestrial and marine gravity data as the medium - wavelength component, a combination of height data derived from Topographic Map of Indonesia (RBI) with the scale of 1: 25.000 and depth data of the waters of the southern region of D.I. Yogyakarta as short - wavelength components, and EGM2008 data as long - wavelength components. The precise geoid models were determined using Fast Fourier Transformation (FFT) method. The method of calculating the terrain contribution used is the Residual Terrain Model (RTM) method by determining the density of the earth more calculated. Gravimetric undulations value resulting from the geoid model was evaluated with 18 control points (TTG) to determine the effect of adding marine gravity data to statistical accuracy. The results of this research were: (1) D.I. Yogyakarta local gravimetric undulation modeling without the combination of terrestrial and marine gravity data has the standard deviation of mean accuracy of the local gravimetric undulations of 0,425 m, (2) D.I. Yogyakarta local gravimetric undulation modeling with the combination of terrestrial and marine gravity data has the standard deviation of mean accuracy of the local gravimetric undulations of 0,406 m (3) the use of combined terrestrial and marine gravity data for D.I. Yogyakarta local gravimetric undulation modeling gives an increase in the standard deviation of mean accuracy of the local gravimetric undulations by 8 mm for terrestrial areas but for coastal areas it decreases by 1,1 cm. the change in accuracy does not provide a significant difference because the values differ only in the fraction of centimeters (cm) and millimeters (mm).

Kata Kunci : ketelitian geoid lokal Yogyakarta, evaluasi, gayaberat laut.

  1. S1-2020-385016-abstract.pdf  
  2. S1-2020-385016-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-385016-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-385016-title.pdf