Politik Sumber Daya : Dinamika Tata Kelola Sumber Daya di Tengah Keterbatasan Potensi Lokal Studi Kasus : Kelompok Sadar Wisata Sumbermadu di Desa Maduretno, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen
Intantri Kurnia Sari, Ulya Niami Efrina Jamson, S.I.P., M.A.
2020 | Skripsi | S1 POLITIK DAN PEMERINTAHANPenelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi bagaimana dinamika tata kelola sumber daya desa yang dikelola oleh Pokdarwis Sumbermadu di Desa Maduretno. Penelitian ini menarik dilakukan untuk menjawab pertanyaan kunci tentang bagaimana sebuah daerah atau lokalitas yang tidak memiliki sumber daya (alam) atau tidak memiliki keberlimpahan, dapat mengembangkan potensi lokalnya dan mengelola ketiadaan sumber daya alam. Keberadaan pokdarwis yang terhitung baru yakni berdiri pada tahun 2016, menunjukkan kemampuan untuk mengelola desanya menjadi destinasi wisata meskipun Desa Maduretno ini relatif kurang memiliki sumber daya pariwisata jika dibandingkan dengan desa wisata lainnya di Kebumen. Bahkan Pokdarwis Sumbermadu mampu bersaing dengan pokdarwis lain di Kabupaten Kebumen. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya prestasi yang dimiliki Pokdarwis Sumbermadu, salah satunya adalah Juara 1 Festival Desa Wisata di Kabupaten Kebumen. Pembangunan di sektor kepariwisataan membutuhkan peran dari berbagai sektor di antaranya pemerintah, swasta, dan masyarakat. Dari ketiga aktor tersebut masyarakat memiliki peran penting dalam pembangunan pariwisata. Kelompok sadar wisata atau yang biasa disebut pokdarwis yang merupakan bentuk kelembagaan informal yang dibentuk oleh masyarakat yang memiliki kepedulian dalam pengembangan pariwisata di daerahnya. Objek dari penelitian ini adalah sebuah kelompok sadar wisata di daerah Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah. Pokdarwis Sumbermadu berada di Desa Maduretno Kecamatan Buluspesantren. Pokdarwis Sumbermadu berdiri pada tanggal 24 September 2016. Namun bagaimanakah dinamika dalam tata kelola suatu pokdarwis sehingga mampu menjalankan kegiatan sehari-hari? Menjawab rumusan masalah di atas, studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif studi kasus menggunakan sumber data dari hasil observasi, wawancara, serta data sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa munculnya Pokdarwis Sumbermadu mendorong peningkatan pariwisata di desa setempat terlepas dari dinamika yang terjadi selama pengelolaan. Hal ini ditunjukkan dengan munculnya peran serta aktor-aktor yang terlibat. Meskipun desa ini dapat dikatakan tidak memiliki potensi nilai jual, para pemuda desa mampu mengubahnya menjadi sebuah desa wisata. Mengingat Desa Maduretno merupakan desa yang dapat dikatakan tidak memiliki potensi wisata namun desa ini mampu menjadi desa wisata.
This research is conducted to identify the dynamics of resource governance by Pokdarwis Sumbermadu in Desa Maduretno. This research is interesting to conduct since it answered the key question of how unresourced (natural resource) region can develop its potential while being unresourced itself. The existence of Pokdarwis itself is relatively new, since 2016, but they're able to show their capability to manage Desa Maduretno potential and to make it as one of tourist destination although the lack of its natural attractions unlike the other villages in Kebumen. They even managed to compete with other Pokdarwis in Kebumen and won as first place of Village Tourism Festival in Kebumen. In order to proceed with tourism development, it requires the participations from many actors such as government, private sector, and the society. Pokdarwis is a community of people that are aware with tourism development in their village, established informally by their villagers, representing the role of its society. This research objects one of Pokdarwis in Kebumen Regency, Central Java Province, named Pokdarwis Sumbermadu which was founded on September 24th, 2016 and based in Desa Maduretno, Buluspesantren. To find the dynamics of resource governance inside the community, case study method is used on this qualitative research. The data is gathered by doing observations and series of interviews, complemented with relevant secondary data. The research shows that Pokdarwis Sumbermadu have helped encourage tourism development in Desa Maduretno regardless of the dynamics happened. This is indicated by the participations of actors. Even though the village is said to have no attraction value, the villagers somehow able to turn it into a tourist destination knowing that the village has no tourism potential in the first place.
Kata Kunci : Dinamika, Tata Kelola, Pokdarwis, Dynamic Governance, Community Governance