Laporkan Masalah

THE CONCEPTUALIZATION OF TERRORISM WITHIN THE JURISDICTION OF THE INTERNATIONAL CRIMINAL COURT IN THE CASE OF PERSECUTION AGAINST ETHIOPIAN CHRISTIANS BY ISIS

CLAUDIA ANNABELLE, Devita Kartika Putri S.H., LL.M.

2020 | Skripsi | S1 HUKUM

Pada bulan April 2015, ISIS mengeluarkan sebuah rekaman yang memuat konten kekerasan dan ancaman. Rekaman tersebut menunjukkan tindakan penganiayaan terhadap orang-orang Kristen Ethiopia yang merupakan anggota dari gereja Ethiopia di Libya. Sampai saat ini, belum ada upaya hukum yang diberikan atau dimulai oleh otoritas Libya atau komunitas Internasional. Penelitian hukum ini berupaya untuk menganalisis sifat terorisme dari tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh ISIS dan kemungkinan untuk membawa kejahatan terorisme di hadapan Pengadilan Pidana Internasional (ICC) sebagai sarana untuk mencapai keadilan karena kegagalan pemerintah dalam mengambil langkah-langkah yang tepat untuk melindungi populasi sipil. Penelitian hukum ini dilakukan melalui sistem normatif dari metode penelitian hukum doktrinal. Hasil analisa penelitian hukum ini didasarkan pada sumber daya primer dan sekunder, termasuk instrumen hukum internasional, buku, jurnal, artikel, makalah penelitian, dan lain-lain serupa. Penelitian hukum ini telah menyimpulkan bahwa pertama, kasus penganiayaan terhadap orang Kristen Ethiopia yang dilakukan oleh ISIS merupakan kejahatan terorisme sesuai dengan definisi yang dirumuskan dalam Resolusi UNSC No. 1566; kedua, kasus tersebut tidak dapat diadili oleh ICC sebagai kejahatan terorisme; ketiga, kasus tersebut dapat diadili oleh ICC sebagai penganiayaan dalam kejahatan terhadap kemanusiaan sesuai dengan Pasal 7 Statuta Roma dan Pasal 7(1)(h) Unsur Kejahatan Statuta Roma.

On the April of 2015, ISIS released a video containing a violent and threatening content. Said video displayed persecutory acts against Ethiopian Christians, who were members of the Ethiopian Church, situated in Libya. As of the moment, no legal remedy has been provided or commenced by the Libyan authorities and the international community. This legal research seeks to analyze the terrorism nature of the persecutory actions committed by ISIS and the possibility for terrorism crimes to be brought to and prosecuted by the International Criminal Court (ICC) as a means to achieve justice due to failure of the government in taking proper measures to protect their civilian population. This legal research is conducted through a normative approach of a doctrinal legal research method. The findings therein are based on primary and secondary resources, including international legal instruments, books, journals, articles, research papers, and others alike. Through this legal research, it is concluded that firstly, the case of persecution against Ethiopian Christians committed by ISIS constitute a crime of terrorism pursuant to the definition formulated in the UNSC Resolution no. 1566; secondly, said case cannot be adjudicated by the ICC as a terrorism crime; and thirdly, said case can be adjudicated by the ICC nonetheless as crimes against humanity of persecution pursuant to Article 7 of the Rome Statute and Article 7(1)(h) of the Rome Statute Elements of Crimes.

Kata Kunci : International Criminal Court, Rome Statute, Terrorism, ISIS Persecution Against Ethiopian Christians

  1. S1-2020-395967-abstract.pdf  
  2. S1-2020-395967-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-395967-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-395967-title.pdf