KONSUMSI DAN KECERNAAN NUTRIEN KAMBING KACANG YANG MENDAPAT SUPLEMENTASI KALIANDRA DAN/ATAU BUNGKIL KEDELAI
Denis Cyntia Melida Puspita Sari, Prof. Dr. Ir. Kustantinah, DEA, IPU., R. Edwin Indarto, S.Pt., M.P.
2020 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian bertujuan untuk mengetahui konsumsi dan kecernaan nutrien pada Kambing Kacang melalui pemberian pakan tambahan kaliandra dan/atau bungkil kedelai. Penelitian dilaksanakan di kandang kambing dan domba milik Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Gadjah Mada. Penelitian ini menggunakan 12 ekor Kambing Kacang betina umur 3 tahun dengan berat rata-rata 18,5 kg. Ternak secara acak dibagi menjadi tiga kelompok perlakuan, dengan jumlah ulangan sebanyak 4 ekor. Penelitian ini menggunakan tiga macam perlakuan ransum dengan level kaliandra dan bungkil kedelai yang berbeda, yaitu K (rumput odot + 100% bungkil kedelai dari kebutuhan nutrien), P1 (rumput odot + 75% bungkil kedelai + 25% kaliandra dari kebutuhan nutrien), P2 (rumput odot + 100% kaliandra dari kebutuhan nutrien). Rumput odot diberikan secara ad libitum. Sampel pemberian dan sisa pakan kemudian dianalisis proksimat untuk mengetahui kadar bahan kering (BK), bahan organik (BO), protein kasar (PK), serat kasar (SK), dan lemak kasar (LK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pakan 25% kaliandra dan 75% bungkil kedelai (P1) memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi nutrien BO, PK, BETN, dan TDN. Kecernaan nutrien pakan P1 memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap kecernaan BK, BO, PK, SK, LK, BETN, dan TDN. Nutrien tercerna P1 memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap nutrien tercerna BK, BO, PK, SK, dan BETN. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pemberian pakan 25% kaliandra dan 75% bungkil kedelai pada ransum Kambing Kacang betina, mampu
The aimed of the research was to determine nutrient intake and digestibility of Kacang goat by improving nutrition status based on calliandra calothyrsus and soybean meal combination. The study was conducted in individual pen, Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada. Twelve (12) female Kacang goats (± 3 years old) with average weight 18.5 kg were randomly placed in three group treatment with four replication for each treatment. Different combination of calliandra and soybean meal were: K (Pennisetum purpureum cv. Mott + 100% soybean meal); P1 (Pennisetum purpureum cv. Mott + 25% calliandra + 75% soybean meal); and P2 (Pennisetum purpureum cv. Mott + 100% calliandra). Total collection were carried out for twelve days. Parameters observed in the study were: dry matter (DM), organic matter (OM), crude protein (CP), crude fiber (CF), extract eter (EE), and total digestible nutrient (TDN). The result showed that feed consumption with 25% calliandra + 75% soybean meal was significant (P<0.05) with nutrient intake in terms of organic matter, crude protein, non nitrogen extract, and TDN compared to other treatment. Furthermore, nutrient digestibility of 25% calliandra + 75% soybean meal (dry matter, organic matter, crude protein, crude fiber, crude fat, non nitrogen extract, and total digestible nutrien) was greater compared to other treatment. Overall, it can be concluded that Kacang goat fed with combination between 25% calliandra and 75% soybean meal can increase nutrient intake and digestibility.
Kata Kunci : Bungkil kedelai, Kaliandra, Konsumsi nutrien, Kecernaan nutrient, Kambing Kacang