Laporkan Masalah

Dinamika Pengambilan Keputusan Keluarga Miskin dalam Menyekolahkan Anak di Perguruan Tinggi

RIFDAH NAKHWAH AL-HAFIDZAH, Tina Afiatin, Prof. Dr., M.Si., Psikolog

2020 | Skripsi | S1 PSIKOLOGI

Setiap warga negara Indonesia berhak mendapatkan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi, tetapi sangat disayangkan tidak semua orang mendapatkan hak tersebut, termasuk keluarga miskin. Data statistik menunjukkan Angka Partisipan Kasar (APK) keluarga miskin yang menyekolahkan anaknya ke Perguruan Tinggi hanya mencapai angka 8%. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk memahami bagaimana dinamika keluarga miskin dalam melakukan pengambilan keputusan untuk menyekolahkan anaknya di Perguruan Tinggi. Partisipan penelitian terdiri dari empat keluarga, dua keluarga yang menyekolahkan anaknya dan dua keluarga lainnya yang tidak menyekolahkan anaknya ke Perguruan Tinggi. Metode kualitatif dan pendekatan studi kasus digunakan dalam penelitian ini, sedangkan teknik pengambilan data in-depth interview dilakukan sebanyak dua hingga tiga kali pertemuan setiap keluarga. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan proses pengambilan keputusan, karakteristik keluarga, dan faktor-faktor yang mempengaruhi setiap keluarga. Dinamika pengambilan keputusan keluarga miskin dalam menyekolahkan anaknya ke Perguruan Tinggi melibatkan proses pengambilan keputusan, karakteristik keluarga (keselarasan tujuan keluarga, sikap demokratis dan keterbukaan, latar belakang pendidikan keluarga), faktor internal (adanya pengetahuan: informasi, wawasan, pengalaman keluarga, motivasi keluarga, nilai personal), faktor eksternal (sumber daya ekonomi, dan pengaruh personal), pemaknaan nilai keluarga (achievement and benevolence value), dan dinamika psikologis keluarga (proses kognitif dan afeksi).

Every Indonesian citizen has the right to education up to a higher level, but unfortunately not all people get that right including poor families. Statistics show the Gross Enrolment Rate (GER) of poor families who send their children to Higher Education only reaches 8%. The purpose of this study was to understand how the dynamics of poor families in making decisions to send their children to Higher Education. The study participants consisted of four families, two families who sent their children to Higher Education, and two other families who did not send their children to Higher Education. Qualitative methods and case study approaches are used in this study, while data collection techniques in-depth interviews are conducted two to three times meeting each family. The results showed differences in the decision-making process, family characteristics, and affecting factors each family. The dynamics of poor family decision making who sent their children to Higher Education involves the decision-making process, family characteristic (conformity of family goal, democratic and openness, family educational background), internal factors (knowledge: information, insights, and family experience), family motivation, personal value, external factors (economic resources and personal influence), the meaning of family values (achievement and benevolence values), and psychological dynamics of a family (cognitive and affection process).

Kata Kunci : Dinamika Pengambilan Keputusan, Keluarga Miskin, Perguruan Tinggi

  1. S1-2020-383691-abstract.pdf  
  2. S1-2020-383691-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-383691-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-383691-title.pdf