Konsumsi Ikan pada Rumah Tangga Pembudidaya Ikan di Kecamatan Moyudan Kabupaten Sleman
IHWAN KHOIRUL UMAM, Ir. Hery Saksono, M. A.
2020 | Skripsi | S1 MANAJEMEN SUMBERDAYA AKUATIKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui frekuensi konsumsi ikan, jenis ikan yang dikonsumsi, sumber protein lain yang dikonsumsi, serta tingkat konsumsi ikan pada rumah tangga pembudidaya ikan yang ada di Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman. Pengumpulan data dilakukan dengan metode sensus, yaitu mengambil data dari seluruh rumah tangga pada dua kelompok pembudidaya ikan di Kecamatan Moyudan. Pengumpulan data lapangan dilaksanakan pada bulan Desember 2019 sampai dengan Februari 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (59%) mengonsumsi ikan 3-5 kali dalam seminggu. Jenis ikan yang paling banyak dikonsumsi adalah nila dan lele. Mayoritas responden mengonsumsi ikan karena faktor ketersediaan. Cara mengolah ikan yang paling banyak dilakukan dan disukai oleh responden adalah menggoreng. Sumber protein selain ikan yang dikonsumsi oleh responden adalah telur ayam, telur bebek, telur puyuh, daging ayam, daging sapi, tahu dan tempe. Rata-rata angka konsumsi ikan pada rumah tangga pembudidaya ikan di Kecamatan Moyudan adalah 20,7 kg/kapita/tahun.
This research aims were to: determine the frequency and level of fish consumption, investigate the type of fish consumed, and identify the non-fish protein sources consumed by the fish farmer households in Moyudan Subdistrict, Sleman Regency. The primary data collection was collected by census method, where all of the fish farmer households from two fish farmer groups in Moyudan Subdistrict were interviewed using questionnaire. Field data collection was carried out from December, 2019 to February, 2020. The research results showed that most of respondents (59%) consumed fish 3-5 times a week. The types of fish that were most frequently consumed were tilapia and catfish. Some households (27%) consumed these type of fish because their availability from their own pond. They cooks fish in various ways, but the most preferred method of cooking fish was frying. The source of protein other than fish consumed were chicken egg, duck egg, quail egg, chicken meat, beef, tofu, and tempe. The average of fish consumption rate of fish farmer households was 20.7 kg/capita/year.
Kata Kunci : angka konsumsi ikan, rumah tangga, pembudidaya ikan, Kabupaten Sleman