PENERAPAN ASAS ITIKAD BAIK DALAM PERJANJIAN JUAL BELI OBAT DAN VAKSIN HEWAN PADA PT AVINDO PERDANA BAHTERA MULIA
SUCI DEWI RHAMADHANI, Dr. R.A. Antari Innaka T, S.H.,M.Hum
2020 | Skripsi | S1 HUKUMPenulisan hukum ini bertujuan untuk mengkaji penerapan asas itikad baik dalam perjanjian jual beli obat dan vaksin hewan yang dilakukan oleh PT Avindo Perdana Bahtera Mulia, serta untuk mengetahui dan mengkaji upaya penyelesaian sengketa wanprestasi yang dilakukan oleh para pihak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif-empiris. Metode penelitian normatif dilakukan sehingga penulis dapat meneliti prinsip-prinsip itikad baik dan upaya penyelesaian wanprestasi berdasarkan hukum dan doktrin Indonesia. Penelitian empiris dilakukan untuk mengetahui penerapan prinsip itikad baik dan upaya penyelesaian wanprestasi dalam pelaksanaan Perjanjian Jual Beli Obat dan Vaksin Hewan Pada PT Avindo Perdana Bahtera Mulia. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan asas itikad baik dalam perjanjian jual beli obat pada PT Avindo tidak sepenuhnya diterapkan dalam setiap tahapan pembuatan kontrak. Selanjutnya, penyelesaian sengketa wanprestasi berupa keterlambatan pembayaran terlebih dahulu diupayakan melalui mekanisme musyawarah untuk mencapai mufakat, apabila tidak menemukan kesepakatan, baru ditempuh melalui jalur litigasi.
This writing law aims to study the application of good faith principles in the sale and purchase agreement of animal medicine and vaccines conducted by PT Avindo Perdana Bahtera Mulia, as well as to understand and study the efforts to resolve default dispute conducted by the parties. This research uses a normative-empirical research method. The normative research method is conducted to study the principles of good faith and efforts to resolve defaults based on Indonesian law and doctrine. Empirical research has been done to determine the application of the good faith principle and efforts to settle defaults in the implementation of the Sale and Purchase Agreement of Animal Medicine and Vaccines at PT Avindo Perdana Bahtera Mulia. Based on the results of the study, the application of the good faith principle in the sale and purchase medicine agreement in PT Avindo is not fully implemented in very stage of contract making. Furthermore, the settlements of default disputes in the form of late payment must first be attempted through a deliberative mechanism to reach consensus, if no agreement is reached, then proceed through litigation.
Kata Kunci : Asas Itikad Baik, Wanprestasi, Perjanjian Jual Beli / Good Faith Principle, Breact of Contract, Sale and Purchase Agreement