Nekat Sebagai Strategi: Kecerdasan Kolektif Atas Nama Cinta Bola
Mohammad Khalid Syihabuddin, Prof. Dr. Purwo Santoso, M.A.
2020 | Skripsi | S1 POLITIK DAN PEMERINTAHANIni adalah study tentang politik dalam keseharian (a daily life politics), sebuah upaya untuk membedah nekat sebagai strategi yang terungkap dari ekspresi identitas para pendukung klub sepak bola. Dalam studi ini diasumsikan bahwa ke-nekat-an mereka adalah ekspresi dan konsekuensi dari kecintaannya kepada klub sepakbola, daripada ekspresi kenakalan atau sebentuk penyimpangan. Dengan bangga mereka mengusung identitas, mengelola kebersamaan, dan pada saat yang sama menginformasikan cara kerjanya dengan istilah bondo nekat. Dalam hal ini penulis merumuskan pertanyaan penelitian. bagaimana nalar strategis yang tersirat dari kenekatan Bonek dalam memperjuangkan kejayaan klub sepakbola kesajangannya? Untuk menjamin ke-ilmiah-an studi, yang hendak digalang dalam telaah tentang Bonek dan Mbonek adalah data kualitatif. Sebagaimana disebutkan di atas penggalangan data dilakukan dengan, sejauh mungkin berempati kepada narasumber. Penulis mencoba untuk mencapai intersubyektifitas dalam menggali, mengolah dan menyajikan narasi berbasis data tersebut. Dalam menganalisis studi ini, penulis meminjam teori rasional choice dan juga konsep opportunity structure dalam melihat strategi yang lebih luwes dalam penerapannya. Akan tetapi penulis tidak melihat dari segi yang sudah ditetapkan kedua teori tersebut. Melainkan melihat celahh yang terdapat dalam teori tersebut dan menggabungkannya dengan studi mengenai Bonek. Bahwasannya dalam praktik Mbonek sendiri merupakan suatu tindakan yang rasional dikarenakan adanya preferred dan kriteria sendiri yang dimiliki oleh Bonek. Serta Bonek mampu menembus struktur kesempatan dengan cara yang tak lazim. Cara yang tak lazim (Nekat) ini merupakan kecerdasan yang luar bisaa dalam melangkah secara strategis. Hal tersebut mampu dilihat dengan mampunya Bonek mengkonversi sumberdaya yang dimiliki. Pada umumnya, ketika mencapai tujuan harus mampu memobilisasi sumberdaya. Akan tetapi dengan cara mengkonversi sumberdaya yang ada. Bonek mampu mencapai tujuan yang mereka impikan dalam mendukung Persebaya dan juga mengembalikan eksistensi Persebaya di sepakbola nasional.
This is a study of politics in daily life (a daily life politics), an attempt to dissect nekad as a strategy that is revealed from the expression of the identity supporters of football clubs. In this study it is assumed that kenekadan is an expression and consequence of their love for a football club, rather than an expression of misbehavior or some form of deviation. They are proud to carry their identity, manage togetherness, and at the same time inform how it works with the term of Bondo Nekad. In this case the authors formulate research questions. "How the strategic reasoning is implied by the courage of bonek in fighting for the glory of their favorite football club?" To guarantee this study about Bonek and Mbonek, the writer use qualitative data. As mentioned above the data collection is done by, as far as possible to empathize with the resource persons. The author tries to achieve intersubjectivity in multiplying, processing and presenting the narrative based on data. In analyzing this study, the writer borrows rational choice theory and also the concept of opportunity structure in seeing more flexible strategies in its application. But the authors do not see in terms that have been determined by the two theories. But looking at the flaws found in the theory and combining it with the study of Bonek. That in practice Bonek is a rational action because it has the Bonek's own preferences and criteria. And bonek is able to penetrate the structure of opportunity in an unusual way. This unusual method Nekad is an extraordinary intelligence in doing strategic move. This can be seen by the ability of bonek to convert their resources. In general, the effort to reach a goal requires us to be able to mobilize resources. However, by way of converting existing resources, Bonek was able to achieve the goals they dream of in supporting Persebaya and also restore the existence of Persebaya in national football.
Kata Kunci : Bonek, Ke-nekat-an, Strategi, dan Kecerdasan