Laporkan Masalah

ANALISIS SPASIAL PENGARUH INFRASTRUKTUR HOTEL TERHADAP PENERIMAAN PARIWISATA DI INDONESIA

INKE M. TAMBEO, Diny Ghuzini, S.E., M.Ec., Ph.D.

2020 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Sektor pariwisata berperan penting dalam perekonomian. Hal ini mendorong pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, yang akan meningkatkan penerimaan pariwisata. Saat ini, penerimaan pariwisata masih didominasi oleh pariwisata domestik/nusantara. Tahun 2018 penerimaan pariwisata nusantara mencapai hampir 304 triliun rupiah atau 16 persen lebih tinggi dibanding penerimaan pariwisata mancanegara. Namun, peningkatan penerimaan pariwisata nusantara ternyata tidak disertai dengan percepatan pertumbuhannya. Pergerakan wisnus antarprovinsi pun berbeda cukup signifikan, yang dapat disebabkan oleh supply pariwisata dan karakteristik daerah. Beberapa penelitian mengenai pengaruh infrastruktur hotel, sebagai salah satu supply pariwisata, memperoleh hasil yang berbeda. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola penyebaran penerimaan pariwisata nusantara di Indonesia dan menganalisis pengaruh spasial infrastruktur hotel untuk mengisi literature gap yang ada. Metode analisis yang digunakan adalah autokeralasi spasial dan regresi spasial data panel dengan tiga spesifikasi model, yakni Spatial Auto-Regressive (SAR), Spatial Error Model (SEM), dan Spatial Durbin Model (SDM). Data yang digunakan merupakan data tahunan yang bersumber dari BPS dan UNESCO. Periode waktu yang digunakan adalah tahun 2010-2018 dengan unit analisisnya 33 provinsi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan pola spasial penerimaan pariwisata di Indonesia tahun 2010-2018 adalah terklaster (clustered) atau membentuk aglomerasi. Provinsi dengan tingkat penerimaan pariwisata nusantara yang tinggi dikelilingi oleh provinsi dengan tingkat penerimaan pariwisata nusantara yang tinggi juga, begitupun sebaliknya. Dengan kata lain, terdapat hubungan spasial positif, artinya peningkatan penerimaan pariwisata suatu provinsi akan meningkatkan penerimaan pariwisata provinsi tetangganya. Namun, efek persaingan antarprovinsi juga tetap ada. Infrastruktur hotel juga terbukti merupakan faktor spasial yang berpengaruh signifikan pada penerimaan pariwisata nusantara.

The tourism sector plays an important role in the economy. This encourages the Indonesian government to increase tourist visits, which will increase tourism revenues. At present, tourism revenue is still dominated by domestic tourism. In 2018 Indonesia's tourism revenue reached almost 304 trillion rupiah or 16 percent higher than foreign tourism revenue. However, the increase in domestic tourism revenue was not accompanied by accelerated growth. The movement of tourists between provinces also differs quite significantly, which can be caused by tourism supply and regional characteristics. Several studies on the effect of hotel infrastructure, as a tourism supply, have different results. Therefore, this study aims to analyze the spatial pattern of Indonesia's tourism revenue and analyze the spatial influence of hotel infrastructure to fill the existing literature gap. The analytical method used is spatial autoceralization and spatial panel data regression with three model specifications, namely Spatial Auto-Regressive (SAR), Spatial Error Model (SEM), and Spatial Durbin Model (SDM). The data used is annual data sourced from BPS and UNESCO. The time period used was 2010-2018 and the unit of analysis was 33 provinces in Indonesia. The results showed that the spatial pattern of Indonesia's tourism revenue in 2010-2018 was clustered or formed agglomeration. Provinces with a high level of tourism revenue are surrounded by provinces with a high level of tourism revenue, and vice versa. In other words, there is a positive spatial relationship, meaning that an increase in a province's tourism revenue will increase the tourism revenue of its neighboring provinces. However, the effects of competition between provinces also remain. Hotel infrastructure has also proven to be a spatial factor that has a significant effect on Indonesia's tourism revenue.

Kata Kunci : penerimaan pariwisata, pariwisata domestik, regresi spasial data panel, analisis autokeralasi spasial

  1. S2-2020-432519-abstract.pdf  
  2. S2-2020-432519-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-432519-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-432519-title.pdf