PENGEMBANGAN TES PERSEPSI VISUAL UNTUK ANAK USIA 3 - 8 TAHUN
MARIA YULINDA AYU N, Prof. Dr. Saifuddin Azwar, M.A
2020 | Tesis | MAGISTER PSIKOLOGI PROFESIMata adalah indra yang sangat penting. Melalui mata, 80% informasi penting dari lingkungan akan diterima oleh seseorang. Hal tersebut membuat kemampuan mempersepsi secara visual menjadi kemampuan paling efektif di antara indra yang lain dan mempengaruhi semua isu-isu perkembangan, baik perkembangan fisik, intelektual, emosional, perilaku, performa, dan pertumbuhan sosial pada anak. Persepsi visual yang terganggu akan menyebabkan beberapa permasalahan pada anak, seperti gangguan belajar, gangguan keperilakuan, emosi, dan gangguan sosial. Persepsi visual juga dipercaya sebagai gangguan penyerta pada beberapa disabilitas. Pemeriksaan terhadap gangguan persepsi sudah mulai dilakukan oleh beberapa tenaga kesehatan, seperti psikolog dan okupasi terapis. Tes Frostig sudah mulai digunakan di Indonesia. Meskipun demikian, beberapa aitem dalam tes tersebut masih perlu ditinjau kembali penggunaannya. Indonesia masih memiliki alat tes persepsi visual yang terbatas. Selain itu, penelitian mengenai persepsi visual masih belum banyak dilakukan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memodifikasi tes Frostig menjadi instrumen pengetesan yang sesuai dengan kultur perkembangan anak di Indonesia dan menjadi instrumen yang ramah anak, khususnya bagi anak usia tiga hingga delapan tahun. Modifikasi yang akan dilakukan meliputi perubahan isi aitem, dengan menambahkan dimensi, aitem, dan perbedaan pilihan respon. Pengujian dilakukan terhadap beberapa participan. Uji validitas isi berjumlah 20 partisipan, uji coba pengetesan 30 partisipan, uji atensi visual 111 partisipan, dan uji validitas dan reliabilitas 219 partisipan. Uji validitas konstrak menghasilkan enam sub tes terkonfirmasi pada analisis faktor. Sub tes tersebut terdiri dari 38 aitem dengan reliabilitas komposit yang memiliki rentang 0.648-0.823.
Eyesight is an essential sense. The eyes are responsible for 80% of the information we receive about the world around us. The ability to perceive visual stimuli should therefore be considered the most effective ability when compared to other senses. Furthermore, it predisposes all developmental and growth issues in children. Impairment in visual perception leads to several problems, such as learning disorders, behavioral disorders, emotional problems and social disorders. Visual perception impairment is also often comorbid with other disabilities. Using the Frostig test, the examination of visual perception has begun to be carried out by several health workers, such as psychologists and occupational therapists. Although the Frostig test has been used in Indonesia, some of its aspects need to be reviewed. Indonesia's visual perception tests are limited and infrequently inspected. This study aims to modify the Frostig test into a testing instrument that is appropriate to the culture of child development in Indonesia and to be a child-friendly instrument, especially for children aged three-to-eight years. Modifications that will be made include the amendment of item content, additional dimensions, items and response options. The measurement of content validity involved 20 participants, a trial test of 30 participants, a visual attention test of 111 participants and a test for validity and reliability in 219 participants. The exploratory factor analysis confirmed six sub-tests, consisting of 38 items, with composite reliabilities ranging from 0.648-0.823.
Kata Kunci : persepsi visual, alat tes, anak, perkembangan, pengukuran