Laporkan Masalah

Analisis Daya Dukung Fisik Untuk Wisata Dalam Pembangunan Pulau Kecil di Indonesia (Studi Kasus Pulau Maratua Kalimantan Timur)

M. HAVIZ DAMAR S, Dr. Eko Haryono, M.Si ; Dr. M. Wisyastuti, M.T.

2020 | Tesis | MAGISTER GEOGRAFI

Perkembangan Pulau Maratua yang menjadi salah satu destinasi unggulan wisata nasional dan daerah menjadikan pembangunan di Pulau Maratua berjalan sangat cepat. Perkembangan pembangunan yang sangat cepat dan intensif di Pulau Maratua akan berdampak pada keadaan lingkungan Pulau Maratua yang notabennya sebagai pulau kecil. Faktor lingkungan yang menjadi perhatian dalam pengeloaan berkelanjutan yang harus diperhatikan adalah sumberdaya air dan lahan yang terdapat di Pulau Maratua. Menghindari terjadinya eksploitasi sumberdaya baik lahan dan air yang melewati batas maka perlu dibuat sebuah perencanaan pembangunan yang berkelanjutan, sehingga sumberdaya yang ada dapat terus mendukung dan menampung kehidupan penduduk setempat. Kecamatan Maratua dengan luas wilayah 4.119,54 Km2. Wilayah administrasi Pulau Maratua mencakup 4 (empat) desa yaitu kampung Bohesilian, Payung - Payung, Teluk Harapan / Bohe Bukut, dan Teluk Alulu. Bentuklahan yang terdapat di Pulau Maratua dapat menjadi potensi objek wisata alternatif sesuai dengan jenis wisatanya seperti wisata minat khusus. Potensi sumberdaya air Pulau Maratua terdapat pada akuifer teras berpasir yang berada di Kampung Teluk Harapan / Bohe Bukut dan Kampung Payung � Payung. Potensi sumberdaya air yang terdapat pada kedua kampung tersebut sebesar 314831,40 m3 per tahun dengan curah hujan rata � rata tahunan sebesar 1866 mm per tahun. Kebutuhan air domestik untuk penduduk Pulau Maratua pada tahun 2019 yang diperkirakan berjumlah 4039 orang yaitu sebesar 125300,36 m3 per tahun. Berdasarkan neraca air Pulau Maratua antara kebutuhan domestik dibanding dengan ketersediaan air terjadi surplus sebesar 189531,04 m3 per tahun. Kesesuaian lahan untuk kegiatan wisata rekreasi pantai dan snorkling di Pulau Maratua secara umum termasuk dalam kategori sesuai (S1). Daya tampung maksimal untuk jenis kegiatan wisata rekreasi pantai sebanyak 4238 orang per hari, sedangkan untuk kegiatan snorkling sebanyak 2052 orang per hari.

The development of Maratua Island, which is one of the leading destinations for national and regional tourism, has made the development on Maratua Island growhted fast. The growh and intensive development on Maratua Island will have an impact on the environmental conditions of Maratua Island, which is a small island. Environmental factors that are a concern in sustainable management that must be considered are water resources and land found on Maratua Island. Avoiding the exploitation of resources both land and water that crosses the boundary needs to be made a sustainable development plan, so that the existing resources can continue to support and accommodate the lives of local residents. Maratua District has a 4,119.54 Km2 of area. The administrative region of Maratua Island includes 4 (four) villages namely Bohesilian, Payung - Payung, Teluk Harapan / Bohe Bukut, and Alulu Bay. Maratua Island has the potential of tourism objects in addition to underwater tourism. Landforms on the island of maratua can be potential alternative tourism objects according to the type of tourism such as special interest tours. The potential of maratua island water resources is found in sandy terrace aquifers located in Teluk Harapan / Bohe Bukut Village and Payung Village - Payung. The potential of water resources found in the two villages is 314831.40 m3 per year with an average annual rainfall of 1866 mm per year. Domestic water needs for residents of Maratua Island in 2019 which are estimated at 4039 people which is equal to 125300.36 m3 per year. Based on Maratua Island's water balance between domestic needs compared to the availability of water there was a surplus of 189531.04 m3 per year. Land suitability for beach recreation and snorkeling activities on Maratua Island is generally included in the appropriate category (S1). Maximum capacity for types of coastal recreational tourism activities is 4238 people per day, while for snorkeling activities there are 2052 people per day.

Kata Kunci : Pembangunan, wisata , sumberdaya air, daya tampung

  1. S2-2020-392062-abstract.pdf  
  2. S2-2020-392062-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-392062-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-392062-title.pdf