PERBANDINGAN KINERJA SAHAM RISIKO RENDAH DAN RISIKO TINGGI DI PASAR MODAL INDONESIA
YOHANES DICKSON N, I Wayan Nuka Lantara, M.Si., Ph.D
2020 | Tesis | Magister ManajemenPenelitian ini bertujuan untuk membuktikan hubungan antara risiko dan return saham tidak selalu positif atau berbanding lurus, dengan cara membandingkan kinerja saham risiko rendah dengan risiko tinggi di Bursa Efek Indonesia. Apabila terdapat anomali volatilitas dan return saham, maka dapat diartikan saham dengan risiko rendah dapat mengungguli saham dengan risiko tinggi atau sebaliknya dalam hal tingkat pengembalian yang diharapkan. Standar deviasi dan beta digunakan untuk merepresentasikan risiko dari masing-masing saham. Periode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tiga tahun terhitung dari Januari 2016 sampai dengan Desember 2018. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini merupakan saham-saham yang ada di Indeks KOMPAS 100 dan Perfindo 25, selama periode Januari 2016 hingga Desember 2018. Sampel tersebut dikelompokkan menjadi empat pengamatan waktu yaitu, selama sebulan, tiga bulan, enam bulan dan selama setahun. Kemudian diurutkan berdasarkan tingkat risiko dari masing-masing saham, hal ini untuk membandingkan kinerja dari masing-masing saham berdasarkan tingkat pengembalian yang diharapkan . Simpulan dari hasil penelitian ini adalah risiko saham yang ada di pasar modal Indonesia tidak berbanding lurus dengan return saham yang diharapkan, atau tidak memiliki hubungan positif antara risiko dengan return saham, karena terdapat anomali volatilitas dan return saham yang terjadi di Bursa Efek Indonesia pada periode tahun 2016 hingga 2018.
This study aims to prove that the relationship between risk and stock return is not always positive or directly proportional, by comparing the performance of low risk with high risk stocks on Indonesia Stock Exchange. If there is an anomaly in volatility and stock returns, it can be interpreted that low risk stocks can outperform stocks with high risk or vice versa in terms of expected returns. Standard deviation and beta are used to represent the risk of each stock. The period used in this study is three years from January 2016 to December 2018. The samples used in this study are stocks in KOMPAS 100 Index and Perfindo 25, during the period of January 2016 to December 2018. The samples are grouped into four time observations namely, a month, three months, six months and a year. Then sorted by the level of risk of each stock, this is to compare the performance of each stock based on the expected rate of return. The conclusion of this research is that the risk of stocks in the Indonesian capital market is not directly proportional to the expected stock returns, or does not have a positive relationship between risk and stock returns. It is caused by the anomalies of volatility and stock returns that occur on the Indonesia Stock Exchange in the period of year 2016 to 2018.
Kata Kunci : return , volatilitas, anomali, high risk, low risk, Indeks Kompas 100, Perfindo 25.