PSYCHOSOCIAL HAZARD PADA MAHASISWA PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS DI RUMAH SAKIT
IRSA GUSNINDA P, Dr. Christantie Effendy, S. Kp., M.Kes. ; Dr. dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA
2020 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatar Belakang: Psychosocial hazard dapat dilihat dari adanya kekerasan fisik dan non fisik ditempat kerja. Hal ini bisa saja terjadi dilingkungan tempat kerja seperti di Rumah sakit. Kekerasan di tempat kerja terhadap petugas kesehatan semakin menjadi masalah serius. Adanya kekerasan terhadap petugas kesehatan dapat berdampak pada mutu pelayanan yang diberikan. Banyak faktor yang berhubungan dengan terjadinya kekerasan di tempat kerja. Kontak dengan publik yang begitu luas dan akses terbuka hingga 24 jam menjadikan petugas kesehatan berisiko mengalami kejahatan di tempat kerja serta konteks dan dampak kekerasan. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Psychosocial hazard berdasarkan riwayat tingkat kekerasan Fisik & non fisik serta kekhawatiran pada mahasiswa pendidikan dokter spesialis di rumah sakit. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain penelitian diskriptif dan analitik menggunakan studi cross sectional dengan melakukan pengukuran sesaat atau sekali saja, dan pengumpulan sekaligus pada saat bersamaan. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan teknik simple random sampling. Sampel diambil sebanding dengan jumlah populasi sehingga metode yang digunakan adalah propotional stratified random sampling. Hasil: Sebagian besar berada pada usia di atas 30 tahun (56.03%), dari jenis kelamin pria (58.87%), dan berlatar belakang pendidikan S1 (87.94%). Psychosocial hazard yang paling sering dihadapi oleh responden adalah kekerasan non fisik yang bersifat verbal. Adanya hubungan antara karakteristik demografi yaitu pada variabel usia dengan riwayat tindakan kekerasan fisik pada mahasiswa pendidikan dokter spesialis. Adanya hubungan antara karakteristik demografi yaitu pada variabel shift kerja dengan riwayat tindakan kekerasan non fisik pada mahasiswa pendidikan dokter spesialis. Adanya hubungan antara tindakan kekerasan non fisik terhadap kekhawatiran pada mahasiswa pendidikan dokter spesialis. Kesimpulan dan rekomendasi: Kebijakan melawan kekerasan di tempat kerja harus ditetapkan dan diprioritaskan oleh organisasi kesehatan melalui pendidikan program pelatihan dan protokol keselamatan kerja. Kata kunci: kekerasan fisik, kekerasan non fisik, potensial bahaya psikososial. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Psychosocial hazard berdasarkan riwayat tingkat kekerasan Fisik & non fisik serta kekhawatiran pada mahasiswa pendidikan dokter spesialis di rumah sakit. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain penelitian diskriptif dan analitik menggunakan studi cross sectional dengan melakukan pengukuran sesaat atau sekali saja, dan pengumpulan sekaligus pada saat bersamaan. Teknik pengambilan sampelnya menggunakan teknik simple random sampling. Sampel diambil sebanding dengan jumlah populasi sehingga metode yang digunakan adalah propotional stratified random sampling. Hasil: Sebagian besar berada pada usia di atas 30 tahun (56.03%), dari jenis kelamin pria (58.87%), dan berlatar belakang pendidikan S1 (87.94%). Psychosocial hazard yang paling sering dihadapi oleh responden adalah kekerasan non fisik yang bersifat verbal. Adanya hubungan antara karakteristik demografi yaitu pada variabel usia dengan riwayat tindakan kekerasan fisik pada mahasiswa pendidikan dokter spesialis. Adanya hubungan antara karakteristik demografi yaitu pada variabel shift kerja dengan riwayat tindakan kekerasan non fisik pada mahasiswa pendidikan dokter spesialis. Adanya hubungan antara tindakan kekerasan non fisik terhadap kekhawatiran pada mahasiswa pendidikan dokter spesialis. Kesimpulan : Secara keseluruhan, sebanyak 35% mahasiswa pendidikan dokter spesialis mengalami tindakan psychosocial hazard (kekerasan fisik, kekerasan non fisik dan kekhawatiran) dan sebanyak 65% mahasiswa pendidikan dokter spesialis tidak pernah mengalami psychosocial hazard.
Background: Psychosocial hazard can happen in the workplace as in a hospital. Workplace violence against health workers is increasingly becoming a serious problem. The existence of violence against health workers can have an impact on the quality of services provided. WHO suggests an ecological model of workplace violence by looking at individual factors, actors, workplace factors and community factors, and the context and impact of violence. Many factors are related to challenges in the workplace. Public contact and open access for up to 24 hours puts health workers at risk of problems at work with context and difficulty. Objective: This study aims to determine the psychosocial hazard based on a history of levels of physical & non-physical violence as well as concerns in specialist medical education students in hospitals. Method: This study uses descriptive and analytical research design using cross sectional studies by taking instantaneous measurements or once, and gathering at the same time. Determination of the sample size used in this study which has different or heterogeneous characteristics, the sampling technique uses a simple random sampling technique. Samples taken are proportional to the number of population so the method used is proportional stratified random sampling. Result: Most of them are above the age of 30 years (56.03%), of the male gender (58.87%), and have a bachelor degree (87.94%). Psychosocial hazards that are most often handled by respondents in Dr. Sardjito is a verbal non-physical violence. There is a relationship between demographic characteristics, namely the age variable with the reality of physical action in specialist medical education students at Hospital. There is a relationship between demographic characteristics, namely the variable work shift with the fact that non-physical action on specialist medical education students at hospital. There is a relationship between non-physical acts of violence against challenges in specialist medical education students at hospital. Conclusion: Overall, 35% of specialist medical education students experienced psychosocial hazard (physical violence, non-physical violence and anxiety) and as many as 65% of specialist medical education students had never experienced psychosocial hazard.
Kata Kunci : physical violence, non-physical violence, psychosocial hazards (kekerasan fisik, kekerasan non fisik, potensial bahaya psikososial.)