Laporkan Masalah

Evaluasi Sistem Peringatan Dini (EWS) di Rumah Sakit Akademik UGM

PURWADI SUJALMO, Assoc. Prof Melanie Greenwood; Dr. Sri Setyarini, S,Kp., M.Kes.; Prof. Kenneth Walsh

2020 | Tesis | MAGISTER KEPERAWATAN

Latar belakang: Sistem peringatan dini (EWS) diakui secara luas sebagai bagian dari deteksi dini penurunan kondisi pasien. EWS telah dipelajari untuk memprediksi hasil yang merugikan pada pasien rumah sakit yang memburuk di bangsal perawatan akut. Sejak 2018 Oktober, EWS telah diimplementasikan di Rumah Sakit Akademik UGM di Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Penelitian ini mengusulkan untuk mengeksplorasi dengan sejauh apa sistem peringatan dini berkontribusi terhadap keputusan klinis perawat di sekitar pasien yang mengalami perburukan. Metode: Penelitian dirancang dengan menggunakan metode sequential mixed method. Para peserta penelitian adalah perawat yang bekerja di unit keperawatan medical bedah. Studi ini menganalisis data kuantitatif dari kuesioner yang didistribusikan ke perawat pada tahap pertama. Pada tahap kedua, Diskusi Kelompok Terpimpin (DKT) akan dilakukan dalam rangka mengumpulkan data kualitatif. Hasil: Total responden untuk fase data kuantitatif adalah 53 perawat, dan pada tahap dua, dua DKT diadakan. 79% perawat menunjukkan bahwa mereka membutuhkan pendidikan tentang penggunaan EWS dan 92% menunjukkan pendidikan pada fisiologi dan manajemen pasien memburuk diperlukan. Pada fase kualitatif peneliti medapatkan tiga tema antara lain "the nurses' experience of EWS Implementation", "the impact of EWS implementation", dan "Ameliorating the EWS Implementation". Pada proses integrase data peneliti mendapatkan bahwa para peserta menunjukkan bahwa EWS telah digunakan untuk penilaian, dokumentasi dan proses komunikasi dalam mengelola pasien memburuk. Namun, perawat menghadapi situasi yang sulit untuk mengimplementasikan EWS secara efektif. Kesimpulan: Pelaksanaan EWS sangat kompleks dan membutuhkan evaluasi dan dukungan strategi dari berbagai pihak untuk mempertahankan dan meningkatkan tujuan EWS diimplementasikan.

Background: The early warning system (EWS) is widely recognised as part of the early detection of patient deterioration. EWS has been studied to predict adverse outcomes in hospital patients who deteriorate in acute care wards. Since October 2018, the EWS has been implemented in UGM Academic Hospital in Special Region Yogyakarta, Indonesia. This study proposes to explore in what ways an Early Warning System contributes to nurses' clinical decisions around patient deterioration. Methods: The research design for this study was mixed-method sequential explanatory. The research participants are nurses working in adult medical and surgical units. This one-year study analyses quantitative data from a questionnaire distributed to the adult unit nurses in phase one. In phase two, focus group discussions will be conducted in order to gather qualitative data. Result: The total respondents for the quantitative data phase is 53 nurses, and in phase two, two Focus Group Discussions were held. 79% of nurses identified that they needed education about using the EWS and 92% indicated education on physiology and management of the deteriorating patient was required. Three themes were acquired from qualitative data. First is "the nurses' experience of EWS Implementation, second is "the impact of EWS implementation", and third is "Ameliorating the EWS Implementation". The participants showed that the EWS has been used for assessment, documentation and communication process in managing the deteriorating patient. However, the nurses faced challenging situations to implement the EWS effectively. Conclusions: The EWS implementation is complex and needs an evaluation and support strategy from stakeholders to maintain and improve the purpose of EWS.

Kata Kunci : early warning system, deterioration, critical care, nursing, mixed method

  1. S2-2016-403463-abstract.pdf  
  2. S2-2016-403463-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-403463-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-403463-title.pdf