KEKUATAN GENGGAMAN TANGAN MENURUT KUALITAS TIDUR PADA LANJUT USIA DI POSYANDU LANSIA YOGYAKARTA
GHEA DE SILVA, Dr. dr. Probosuseno,Sp.PD-KGer; dr. Eko Aribowo, M.Kes, Sp.PD-KGer
2020 | Tesis-Spesialis | ILMU PENYAKIT DALAMLatar Belakang: kualitas tidur yang menurun pada lanjut usia dapat mempengaruhi pembentukan protein dan pemeliharaan massa otot. Penurunan fungsi otot pada lansia dapat berdampak pada aktifitas sehari-hari dan dapat mempengaruhi morbiditas dan mortalitas. Pengukuran sederhana mengenai kekuatan otot secara menyeluruh dapat dilakukan dengan tes kekuatan genggaman tangan menggunakan handgrip dynamometer. Beberapa penelitian terbaru menunjukkan adanya hubungan yang erat antara kualitas tidur dengan kekuatan otot. Tujuan Penelitian: mengetahui perbedaan nilai kekuatan genggaman tangan menurut kualitas tidur pada populasi lansia di posyandu lansia Yogyakarta. Metode Penelitian: penelitian dilakukan dengan metode cross sectional. Subjek penelitian adalah lansia peserta posyandu lansia di Kota Yogyakarta dengan jumlah 255. Kualitas tidur dinilai menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Kekuatan genggaman tangan diukur dengan Takei Handgrip Dynamometer. Untuk menganalisa perbedaan nilai kekuatan genggaman tangan menurut kualitas tidur digunakan uji Mann Whitney. Analisa statistik dilakukan dengan program komputer. Perbedaan bermakna secara statistik ditetapkan dengan nilai p < 0,05. Hasil Penelitian: Dari 255 subjek penelitian terdapat 146 (57,3%) lanjut usia dengan kualitas tidur baik dan 109 (42,7%) lanjut usia dengan kualitas tidur buruk. Rerata nilai kekuatan genggaman tangan kelompok lanjut usia kualitas tidur baik didapatkan 22,64 kg dan rerata nilai kekuatan genggaman tangan kelompok lanjut usia kualitas tidur buruk didapatkan 14,28 kg. Dengan uji Mann Whitney didapatkan hasil bermakna secara statistik dengan p < 0,001. Analisis multivariat terhadap kekuatan genggaman tangan didapatkan variable umur, IMT, jenis kelamin, kualitas tidur bermakna secara statistik dengan p < 0,05. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan nilai kekuatan genggaman tangan yang bermakna antara lansia dengan kualitas tidur yang baik terhadap lansia dengan kualitas tidur yang buruk dengan perbedaan rerata nilai kekuatan genggaman tangan sebesar 8,36 kg dimana selisih minimal yang dianggap bermakna secara klinis adalah 6,5 kg.
Background: decreased sleep quality in the elderly can affect protein formation and maintenance of muscle mass. Decreased muscle function in the elderly can have an impact on daily activities and can affect morbidity and mortality. A simple measurement of overall muscle strength can be done with a hand grip strength test using a handgrip dynamometer. Several recent studies have shown a close relationship between sleep quality and muscle strength. Objective: to evaluate the difference in the value of handgrip strength according to sleep quality in the elderly population in posyandu lansia Yogyakarta. Methods: The study was conducted by cross sectional method. The subjects were posyandu lansia participants in Yogyakarta City with a total of 255. Sleep quality was assessed using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire. The strength of the hand grip is measured by the Takei Handgrip Dynamometer. To analyze the differences in the value of the strength of the hand grip according to sleep quality, the Mann Whitney test was used. Statistical analysis is done by a computer program. Statistically significant differences were established with p <0.05. Results: Of the 255 study subjects there were 146 (57.3%) elderly with good sleep quality and 109 (42.7%) elderly with poor sleep quality. The average value of the grip strength of the elderly group with good sleep quality was 22.64 kg and the average value of the hand grip strength of the elderly group with poor sleep quality was 14.28 kg. With the Mann Whitney test statistically significant results were obtained with p <0.001. Multivariate analysis of the strength of the handgrip showed a variable age, BMI, gender, sleep quality statistically significant with p <0.05. Conclusion: This study shows a significant difference in the value of hand grip strength between the elderly with good sleep quality towards the elderly with poor sleep quality with a difference in the average value of handgrip strength was 8.36 kg where the minimum difference that is considered clinically important is 6.5 kg.
Kata Kunci : Lanjut Usia, Kualitas Tidur, Kekuatan Genggaman Tangan