Laporkan Masalah

Analisis Spasial Pengangguran Usia Muda di Indonesia: Upah Minimum dan Industrial Mix

MAYRANO A SITINJAK, Diny Ghuzini

2020 | Tesis | Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola spasial tingkat pengangguran usia muda (15-24 tahun) dan mengetahui pengaruh dari tingkat upah dan industrial mix terhadap tingkat pengangguran usia muda provinsi di Indonesia. Tujuan tersebut dilatarbelakangi karena tingkat pengangguran usia muda di Indonesia masih sangat tinggi dan adanya disparitas penyerapan tenaga kerja usia muda antarprovinsi. Selain itu, rasio pengangguran usia muda dan usia dewasa yang terus meningkat mengindikasikan bahwa angkatan kerja usia muda semakin kurang kompetitif. Hal tersebut diduga karena pasar tenaga kerja usia muda tidak fleksibel yang disebabkan oleh kekauan upah dan struktur penyerapan tenaga kerja atau industrial mix. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari hasil Sakernas dan beberapa publikasi BPS lainnya. Periode waktu yang dianalisis adalah tahun 2010 sampai 2018. Unit analisis yang digunakan adalah 33 provinsi di Indonesia. Metode yang digunakan adalah Indeks Moran dan regresi data panel spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola spasial penyebaran tingkat pengangguran usia muda provinsi adalah mengelompok. Provinsi yang memiliki tingkat pengangguran usia muda tinggi dikelilingi oleh provinsi-provinsi tetangga yang juga memiliki tingkat pengangguran usia muda tinggi dan sebaliknya. Dengan menggunakan analisis regresi data panel spasial, hasil yang diperoleh menunjukkan model terbaik adalah Spatial Durbin Model (SDM) dengan random effect. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan rasio upah minimum atau peningkatan upah minimum provinsi relatif terhadap rata-rata upah nominal signifikan menyebabkan peningkatan tingkat pengangguran usia muda, melalui dampak langsungnya. Sebaliknya, peningkatan penyerapan tenaga kerja pada sektor industri yang diproksi dari share pekerja sektor industri signifikan menyebabkan penurunan tingkat pengangguran usia muda, melalui dampak tidak langsungnya. Untuk itu, penting bagi pemerintah mengkaji ulang penerapan upah minimum yang seragam, salah satunya dengan mempertimbangkan upah minimum khusus pekerja usia muda, dan fokus pada pengembangan sektor industri.

This study aims to determine the spatial pattern of the youth unemployment rate (15-24 years old) and the effect of the wage and industrial mix on the youth unemployment rate of provinces in Indonesia. The backgrounds of this study are the youth unemployment rate in Indonesia is still very high and there is a disparity in the absorption of youth labor between provinces. In addition, the increasing unemployment ratio between young people and adults indicates that the younger workforce is becoming less competitive. That phenomenon is thought to be due to the inflexible of the youth labor market due to wages rigidity and the structure of labor absorption or industrial mix. The data used in this study are sourced from the results of Sakernas and several other BPS publications from the period time of the years 2010 until 2018. The unit of analysis is 33 provinces in Indonesia. The methods used are Moran�s Index and spatial panel data regression. The result of the study showed that the spatial pattern of the spread of the provincial youth unemployment rate is clustered. Provinces that have high youth unemployment rates are surrounded by neighboring provinces which also have high youth unemployment rate, vice versa. By using spatial panel data regression analysis, the results show that the best model is the Spatial Durbin Model (SDM) with random effect. The results show that an increase in the minimum wage ratio or an increase in the provincial minimum wage relative to the average nominal wage significantly causes an increase in the youth unemployment rate, through its direct effect. On the contrary, an increase in the absorption of industrial sector workers, which is proxied by share of industrial sector workers, actually causes an decrease in the youth unemployment rate, through its indirect effect. Therefore, it is important for the government to review the implementation of uniform minimum wages, one of which is by considering the specific minimum wages for young workers, and focusing on the development of the industrial sector.

Kata Kunci : pengangguran usia muda, upah minimum, industrial mix, panel spasial

  1. S2-2020-432528-abstract.pdf  
  2. S2-2020-432528-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-432528-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-432528-title.pdf