Pengaruh Nano Spray Kulit Bawang Merah (Allium cepa L.) terhadap Jumlah Makrofag pada Penyembuhan Ulserasi Mukosa Labial Tikus Wistar
LAYUNG SEKAR P, Dr. drg. Alma Linggar Jonarta, M.Kes.; Dr. drg. Juni Handajani, M.Kes., Ph.D.
2020 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN GIGIKulit bawang merah (Allium cepa L.) mengandung kuersetin 3-5 kali lebih banyak dari pada bagian umbinya. Kuersetin memiliki efek antiinflamasi dengan menurunkan produksi prostaglandin. Makrofag merupakan sel inflamasi yang memfagositosis patogen dan debris ekstrak seluler selama proses penyembuhan luka. Luka yang terjadi di rongga mulut adalah ulserasi berupa diskontinuitas jaringan yang umumnya disebabkan trauma. Nanoteknologi dalam bidang kesehatan digunakan sebagai agen penghantar obat yang berukuran 1-1000 nm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh nano spray ekstrak kulit bawang merah terhadap jumlah makrofag pada penyembuhan luka mukosa labial. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris menggunakan 48 tikus wistar yang terbagi dalam 4 kelompok masing masing 12 ekor yaitu kelompok kontrol dengan Aloclair® spray, kelompok perlakuan dengan nano spray ekstrak kulit bawang merah 7,5%, 15%, dan 30%. Tikus diberi perlukaan pada mukosa labial inferior menggunakan punch biopsy 3 mm. Pemberian Aloclair® spray dan nano spray ekstrak kulit bawang merah dilakukan 1 kali sehari. Tiga tikus dari masing-masing kelompok dikorbankan pada hari ke-1, 3, 5, 7 dan diproses secara histologis dengan pewarnaan hematoxylin eosin. Hasil uji Two-way Anova dan Post Hoc menunjukkan perbedaan signifikan (p<0,05) antara kelompok kontrol dan kelompok nano spray ekstrak kulit bawang 30% pada hari ke-5. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa nano spray ekstrak kulit bawang merah 30% merupakan konsentrasi optimal yang dapat meningkatkan rerata jumlah makrofag pada hari ke-5 yang menandakan bahwa nano spray ekstrak kulit bawang merah mampu mempercepat penyembuhan luka.
Shallot peel (Allium cepa L.) contains quercetin, wich 3-5 times more than its bulb. Quercetin has an antiinflammation effect by decreasing the production of prostaglandin. The macrophages are inflammatory cells for phagocytosis pathogens and extracellular debris during the wound healing process. The oral wound is an ulceration causing tissue discontinuity which has common etiology by trauma. Nanotechnology in medical concern is used as a drug delivery agent in size a range of 1-1000 nm. This study aimed to determine the effect of nanospray of shallot peel extract on macrophage number in the labial mucosal wounds on rats. The design of this study was a laboratory experimental using 48 Wistar rats were divided into 4 groups of 12 rats each: control group using Aloclair® spray, a treated group using nanospray of shallot peel extract 7,5%, 15%, and 30%. The wound was made on the inferior labial mucosal using 3 mm punch biopsy. Aloclair® spray and nanospray of shallot peel extract were applied daily in each group. Three rats from each group were sacrificed at 1st, 3rd, 5th, 7th days and were histologically processed using hematoxylin-eosin stained. The results of Two-way Anova and Post Hoc showed a significant difference (p<0,05) between the control and nanospray of shallot peel extract 30%. It was concluded that nanospray of shallot peel extract 30% was the optimum dosage for increasing macrophage numbers on the 5th day which indicates that nanospray of shallot peel extract can accelerate wound healing process.
Kata Kunci : kulit bawang merah, makrofag, tikus wistar, luka