UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS ADAPTASI BAHASA INDONESIA MD ANDERSON DYSPHAGIA INVENTORY (MDADI) Studi Pada Pasien Kanker Kepala Leher dengan Gangguan Menelan
RIZKA FAKHRIANI, dr. Agus Surono, Ph.D, M.Sc, Sp.T.H.T.K.L.(K); Dr.dr. Bambang Udji Djoko R, Sp.T.H.T.K.L.(K), M.Kes
2020 | Tesis-Spesialis | ILMU KESEHATAN TELINGA HIDUNG TENGGOROK BEDAH KEPALA DAN LEHERLatar Belakang: Disfagia banyak ditemukan pada pasien kanker kepala dan leher. Disfagia berhubungan dengan morbiditas yang signifikan, termasuk kualitas hidup, kecemasan, dan depresi. Terdapat beberapa instrumen yang dapat digunakan untuk menilai kualitas hidup pasien disfagia. Salah satu diantaranya adalah kuesioner M.D. Anderson Dysphagia Inventory (MDADI) yang cukup valid dan reliabel untuk mengevaluasi dampak disfagia pada kualitas hidup pasien dengan gangguan neurologis dan kanker kepala leher. Tujuan: Menentukan validitas dan reliabilitas instrumen MDADI adaptasi bahasa Indonesia untuk menilai kualitas hidup pada pasien kanker kepala dan leher Metode: Metode yang digunakan adalah potong lintang untuk menilai validitas dan reliabilitas instrumen MDADI adapatasi bahasa Indonesia pada pasien kanker kepala leher dengan gangguan menelan di poli THTKL RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta mulai bulan Mei - Agustus 2019. Hasil: Empat puluh subyek penelitian terdiri dari 31 laki-laki dan 9 perempuan. Instrumen MDADI adaptasi bahasa Indonesia valid dan reiabel sebagai instrumen penilaian kualitas hidup pasien kanker kepala leher dengan gangguan menelan dengan nilai r berkisar antara 0.314 hingga 0.939. Konsistensi internal menunjukkan nilai Cronbach's alpha sebesar 0.915, serta test-retest reliability (intra-class correlation) berkisar antara 0.919-0.985. Kesimpulan: Instrumen MDADI adaptasi bahasa Indonesia valid dan reliabel sebagai instrumen penilaian kualitas hidup pasien kanker kepala leher dengan gangguan menelan. Kata Kunci: Disfagia, Kualitas Hidup, Kanker Kepala Leher, M.D. Anderson Dysphagia Inventory, Versi Indonesia
Background: Dysphagia is commonly found in head and neck cancer patients. Dysphagia is associated with significant morbidity, including quality of life, management, and depression. There are several instruments that can be used to assess the quality of life of dysphagia patients, including The M.D Anderson Dysphagia Inventory (MDADI) questionnaires is sufficiently valid and reliable to improve the quality of life of patients with neurological disorders and head and neck cancer. Objective: To determine the validity and reliability of the MDADI Indonesian adaptation instrument to assess the quality of life in head and neck cancer patients. Methods: The method used is cross sectional to assess the validity and reliability of the MDADI Indonesian adaptation instrument in head and neck cancer patients with swallowing disorders in the Otorhinolaryngology clinic RSUP Dr.Sardjito Yogyakarta from May - August 2019. Results: Forty study subjects consisted of 31 men and 9 women. The MDADI instrument of Indonesian adaptation is valid and reliable as an instrument for assessing the quality of life of patients with head and neck cancer with swallowing disorders with r values ranging from 0.314 to 0.939. Internal consistency shows that Cronbach's alpha is 0.915, and test-retest reliability (intra-class correlation) ranges from 0.919-0.985. Conclusion: The Indonesian MDADI instrument is valid and reliable as an instrument for assessing the quality of life of head and neck cancer patients with swallowing disorders. Keywords: Dysphagia, Quality of life, Head and neck neoplasm, M.D. Anderson Dysphagia Inventory, Indonesian Version.
Kata Kunci : Disfagia, Kualitas Hidup, Kanker Kepala Leher, M.D. Anderson Dysphagia Inventory, Versi Indonesia