Laporkan Masalah

PENGETAHUAN DAN PERSEPSI RISIKO PEMELIHARAAN AYAM KAMPUNG BAGI WANITA RAWAN SOSIAL EKONOMI DI KECAMATAN PAJANGAN KABUPATEN BANTUL

HIBATUN WAFIROH, Ir. FRANSISKUS TRISAKTI HARYADI, M.Si., Ph.D., IPM.; Dr. Ir. SITI ANDARWATI, S.Pt., M.P., IPM.

2020 | Tesis | MAGISTER ILMU PETERNAKAN

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur perbedaan tingkat pengetahuan dan persepsi risiko pemeliharan ayam kampung bagi Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE) di Kecamatan Pajangan Kabupaten Bantul. WRSE adalah wanita usia produktif belum menikah maupun janda yang memikul beban keluarga. Usaha pemeliharaan ayam kampung banyak dilakukan oleh WRSE yang tinggal di pedesaan. Usaha ternak ayam kampung berkelanjutan meliputi aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Metode yang digunakan adalah sensus. Partisipan yang diambil adalah seluruh WRSE di wilayah Kecamatan Pajangan yang memelihara ayam kampung yaitu sebnayak 120 partisipan. Sensus dilakukan untuk memperoleh informasi dengan mengunakan kuesioner yang diuji validitas dan reabilitasnya terlebih dahulu. Data dianalisis menggunakan analisis multivariate yaitu analisis cluster dengan Non-Hierarchical Procedure atau K-Means Cluster Method. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 50% WRSE mempunyai pengetahuan kategori tinggi dan 88,33% WRSE cukup dalam mempersepsi risiko dalam memelihara ayam kampung. Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan dan persepsi risiko terhadap usaha pemeliharaan ayam kampung berkelanjutan (p≤0,05) berdasar cluster yang dibentuk. Cluster pertama memiliki tingkat pengetahuan rendah dan persepsi risiko tinggi. Cluster kedua memiliki tingkat pengetahuan tinggi dan persepsi risiko rendah. Tingkat pengetahuan WRSE dan persepsi risiko terhadap pemeliharaan ayam kampung tidak berhubungan secara signifikan (p≥5) dengan tidak ada perubahan perilaku pemeliharaan ayam kampung. Tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan persepsi risiko terhadap perubahan perilaku pemeliharaan ayam kampung pada kombinasi anatara cluster pengetahuan dan cluster persepsi risiko. Terdapat hubungan yang signifikan antara cluster pengetahuan dengan perilaku pemeliharaan ayam kampung. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara cluster persepsi risiko dengan perilaku pemeliharaan ayam kampung. Tingkat pengetahuan dan persepsi risiko pemeliharaan ayam kampung bagi WRSE tidak mempengaruhi perilaku pemeliharaan yang akan datang.

The purpose of this study was to measure differences in the level of knowledge and perceptions of the risk of raising native chickens for Women with Socio-Economic Prone (WSEP) in Pajangan Subdistrict, Bantul Regency. WSEPs are women of childbearing age or widows who carry family burdens. Efforts to raise native chickens are mostly carried out by WSEPs living in rural areas. Sustainable native chicken farm business includes economic, social, and environmental aspects. The method used is a census. Participants taken were all WSEPs in the Pajangan Subdistrict area, which nurtured native chickens, as many as 120 participants. A census conducted to obtain information using a questionnaire that was tested for validity and reliability first. Data were analyzed using multivariate analysis, namely cluster analysis with Non-Hierarchical Procedure or K-Means Cluster Method. The results showed that more than 50% of WSEP had high category knowledge, and 88.33% of WSEP was sufficient in perceiving the risk of raising native chickens. There are differences in the level of knowledge and risk perception of the effort to maintain native chicken (p≤0.05) based on the cluster formed. The first cluster has a low level of knowledge and high-risk perception. The second cluster has a high level of knowledge and low-risk perception. The level of WRSE knowledge and risk perception of native chicken maintenance was not significantly related (p≥5) with no change in the behavior of native chicken maintenance. There is no relationship between the level of knowledge and risk perception on changes in the behavior of native chicken maintenance in a combination of knowledge cluster and risk perception cluster. There is a significant relationship between knowledge clusters with native chicken maintenance behavior. There is no significant relationship between the risk perception cluster with the behavior of raising native chickens. The level of knowledge and risk perception of native chicken maintenance for WSEP does not affect future maintenance behavior.

Kata Kunci : ayam kampung, pengetahuan, persepsi risiko, WRSE

  1. S2-2020-403983-abstract.pdf  
  2. S2-2020-403983-bibliography.pdf  
  3. S2-2020-403983-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2020-403983-title.pdf