Laporkan Masalah

Pelaksanaan Pengawasan Pemanfaatan Kawasan Pesisir (Studi Kasus Pemanfaatan Kawasan Gumuk Pasir Parangtritis untuk Tambak Udang))

DENYSYA FARID Y, Dr. Jur. Any Andjarwati, S.H., M.Jur.

2020 | Skripsi | S1 HUKUM

Kawasan Gumuk Pasir Parangtritis adalah satu-satunya gumuk pasir bertipe barchan di Asia Tenggara, keunikan tersebut menjadi latar belakang utama pentingnya pelestarian terhadap Kawasan Gumuk Pasir Parangtritis. Masyarakat sekitar memanfaatkan Kawasan Gumuk Pasir Parangtritis sebagai tambak udang illegal yang beroperasi sejak 2014 dan hingga kini belum dilakukan penertiban. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis pelaksanaan pengawasan dan kendala pemanfaatan kawasan pesisir di Kawasan Gumuk Pasir Parangtritis untuk tambak udang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris. Berbagai bidang stakeholder terlibat dalam pengawasan pemanfaatan kawasan pesisir di Kawasan Gumuk Pasir Parangtritis yakni Pemerintah Desa Parangtritis, Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Bantul, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Stakeholder memiliki metode pengawasan yang berbeda-beda sesuai dengan kepentingannya, mayoritas dilakukan dengan metode sosialisasi terhadap masyarakat di sekitar Kawasan Gumuk Pasir Parangtritis mengenai dasar dan pentingya eksistensi Kawasan Gumuk Pasir Parangtritis. Kendala yang dihadapi kurangnya waktu pengawasan, sedikitnya personil, prioritas tugas lain, koordinasi yang kurang baik antar stakeholder, tidak adanya anggaran untuk melakukan pengawasan, dan pemahaman masyarakat yang beragam terhadap eksistensi Kawasan Gumuk Pasir Parangtritis.

Parangtritis Sand Dunes Area is the only barchan sand dunes type in Southeast Asia, this uniqueness becomes the main background of the importance of preservation of the Parangtritis Sand Dunes Area. People utilizing Parangtritis Sand Dune Area as a illegal shrimp farms that has been operating since 2014, and hasn't take disciplinary action so far. This research aimed to analyze the implementation of supervision and constraints on the use of coastal areas in the Parangtritis Sand Dunes Area for shrimp farms. The method used in this research is empirical juridical Various field stakeholders involved in in utilization supervision of coastal areas in the Parangtritis Sand Dunes Area is Parangtritis Village Government, Maritime Fisheries and Food Agency of Bantul Regency, Maritime and Fisheries Agency of Yogyakarta Special Province, Land and Spatial Planning Agency of Bantul Regency, Land and Spatial Planning of Yogyakarta Special Province, Environmental Agency of Bantul Regency, Forestry and Environment Agency of Yogyakarta Special Province, Ngayogyakarta Hadiningrat Sultanate. Every stakeholders have various supervision method, according their interest, supervision is carried out with socialization method to the community around the Parangtritis Sand Dunes Area related to the basis and importance of the Parangtritis Sand Dunes Area existence majority. The supervision constraints is lacking of supervision time allocation, lacking of personnel, other priority tasks, poor coordination among stakeholders, lacking of budget for supervision, and diverse community understanding of the existence of the Parangtritis Sand Dunes Area.

Kata Kunci : Kawasan Gumuk Pasir Parangtritis, Pengawasan, Tambak Udang

  1. S1-2020-382479-abstract.pdf  
  2. S1-2020-382479-bibliography.pdf  
  3. S1-2020-382479-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2020-382479-title.pdf