COMPARISON OF PRE-TEST AND POST-TEST RESULTS IN HEALTH PROFESSIONAL AFTER TRAINING ABOUT ALLERGY IN CHILDREN IN PRIMARY HEALTH CARE
SALSHABILA ZAVINAURA, dr. Sumadiono, Sp.A(K); dr. Suryono Yudha Patria, Sp.A(K), Ph.D.;
2020 | Skripsi | S1 KEDOKTERANLatar Belakang : Alergi adalah kondisi kronis yang melibatkan reaksi abnormal terhadap zat yang biasanya tidak berbahaya yang disebut alergen (AAAI, 2019). Penyakit alergi telah menjadi penyebab utama morbiditas pada anak-anak, dengan fakta bahwa 30% - 35% dari mereka dipengaruhi oleh alergi pada beberapa tahun terakhir(Chad,2001). Berdasarkan Kementerian Kesehatan di Yogyakarta, prevalensi alergi pada anak di bawah 5 tahun sejak Januari hingga Mei 2017 adalah 5,8% (1102 kasus alergi dikonfirmasi / 18.956 kasus yang dikelola). Data ini menunjukkan bahwa kasus alergi yang terdaftar dan pengelolaannya sendiri di layanan kesehatan primer belum dilakukan secara optimal. Kasus alergi belum menjadi prioritas dibandingkan dengan penyakit menular lainnya, dengan kata lain data ini belum menggambarkan kejadian alergi nyata di masyarakat. Deteksi dini untuk alergi penting untuk mencegah berkembangnya penyakit serius pada anak- anak. Tenaga kesehatan pada tingkat primer seperti dokter umum, bidan dan perawat memiliki peran penting untuk melakukan deteksi dini pada anak-anak, sehingga mereka dapat mengurangi kejadian penyakit alergi pada anak-anak dan memberikan pertumbuhan dan perkembangan yang optimal untuk anak-anak. Peran profesional kesehatan dalam meningkatkan kesehatan anak-anak dapat dilakukan melalui program promosi seperti pelatihan. Bimbingan yang memadai dari para ahli seperti Dokter Spesialis Anak diperlukan bagi tenaga kesehatan untuk melakukan pelatihan dan promosi kesehatan dengan benar ke masyarakat. Dalam studi ini, para tenaga kesehatan tingkat primer diberikan penyuluhan tentang alergi pada anak- anak, lalu Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pretest dan post-test tentang alergi pada anak di antara para profesional kesehatan di Puskesmas Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional tanpa kelompok pembanding dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh dari kuesioner yang diisi oleh para profesional kesehatan sebelum dan sesudah pelatihan. Rata-rata pretest dan post-test dibandingkan untuk mengukur perbedaan hasil setelah pelatihan. Hasilnya akan dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil: Di antara 27 peserta penelitian, rata-rata post-test (24,19) lebih tinggi dari rata-rata pretest (15,93). Ini menunjukkan peningkatan rata-rata dari post-test yang diisi oleh Profesional Kesehatan setelah memperoleh Pelatihan tentang Alergi pada Anak oleh Departemen Anak RSUP Dr. Sardjito dengan p-value 0,000 (p <0,005). Perbedaan rata-rata dari total pertanyaan yang diperoleh dari pengurangan total pretest dan total post-test adalah positif (8.26), yang juga menggambarkan peningkatan rata-rata total post-test dari total pretest. Kesimpulan: Ada perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan post-test pada profesional kesehatan setelah menerima pelatihan tentang alergi pada anak-anak.
Background: Allergy is a chronic condition involving an abnormal reaction to an ordinarily harmless substance called an allergen (AAAI, 2019). The allergic disease has been a major cause of morbidity in children, with the fact that 30% - 35% of them are affected with allergy in these recent years (Chad, 2001). Based on the Ministry of Health in Yogyakarta, the prevalence of allergy in children under-5 years of age from January to May 2017 is 5.8% (1102 confirmed allergy cases/18956 administered cases). This data has shown that the registered allergy cases and the management itself in primary health care have not conducted optimally. It has not been the priority compared to other infectious diseases, in other words, these data have not described the real allergic incidence in society. Early screening for allergy is important to prevent developing serious form illness in children. Primary Health Care workers such as general practitioners, midwives, and nurses have a crucial role in conducting early detection in children, so they can diminish the incidence of allergic disease in children and provide optimal growth and development for the children. The health professionals' role in improving children's health could be done by promoting programs such as training and health promotion to the community. Adequate guidance from the experts such as Paediatricians is needed for the health professional to do training properly. In this study, the health professionals are given a lesson about of allergy in children. Objective: The purpose of this study to determine the differences of pre-test and post-test about allergy in children among the health professionals in Primary Health Care. Method: This study was a descriptive study. The data were obtained from questionnaires filled by the health professionals before and after the training. The mean of pretest and post-test was compared to measure the difference result after the training. The result was analyzed using IBM SPSS software. Results: Among 27 study participants, the mean post-test (24.19) was higher than the mean pretest (15.93). This showed the increasing mean of the post-test filled by the Health Professionals after obtained Training about Allergy in Children by the Pediatric Department of RSUP Dr. Sardjito with p-value 0.000 (p<0.005). The mean difference of the total questions which acquired from the subtraction of the total pretest and total post-test was positive (8.26), which also described the increasing mean of the total post-test from the total pretest. Conclusion: There was a significant difference between the pretest and post-test results in health professionals after receiving training about allergies in children.
Kata Kunci : Allergy, Children, Pre-test, Post-test, Training, Health Professional