Memecah Kebisuan: Studi Respon Perempuan di Kabupaten Sleman atas Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan
SUHARTI, Prof. Dr.-Phil. Janianton Damanik,M. Si
2020 | Tesis | MAGISTER PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAANKekerasan terhadap perempuan adalah persoalan serius yang melanggar hak asasi manusi. Kasus ini telah menimbulkan dampak buruk bagi perempuan korban kekerasan, keluarga dan masyarakat, baik dari sisi kesehatan, ekonomi, maupun sosial. Data di level global yang dikeluarkan World Health Organisation menunjukkan bahwa 15 sampai 71 persen perempuan pernah mengalami kekerasan. Tingginya angka kasus kekerasan tersebut tidak sebanding dengan jumlah kasus yang terungkap ke publik. Hanya sedikit perempuan korban kekerasan yang melaporkan kasusnya kepada lembaga-lembaga penyedia layanan maupun ke kepolisian. Persepsi korban atas respons masyarakat terhadap kasus yang dialaminya menjadi faktor penghambat minimnya jumlah korban yang mengakses layanan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami respon perempuan di Kabupaten Sleman atas kasus kekerasan terhadap perempuan dan melihat apakah sikap gender dan pengalaman kekerasan berkorelasi dengan respon tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Data penelitian berasal dari data sekunder Survey Pengalaman Hidup Perempuan Dalam Rumah Tangga (SPHRT) yang dilakukan Rifka Annisa di Kabupaten Sleman. Penelitian ini menggunakan data dari 192 responden yang dipilih secara purposive. Pengolahan data dilakukan dengan SPSS 15. Uji statistik yang dipilih adalah uji korelasi Spearmanrho dan Chi-Square dengan taraf kemaknaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 51,6% perempuan di Kabupaten Sleman memberikan respon negatif, berupa perilaku diam atau tidak menolong, atas kasus kekerasan yang dialami oleh perempuan di lingkunganya. Sebanyak 48,4% memberikan dukungan pada perempuan yang mengalami kekerasan. Sikap gender dan pengalaman kekerasan tidak berkorelasi secara signifikan terhadap respons perempuan pada kasus kekerasan terhadap perempuan yang terjadi di lingkungannya.
Violence against women is a serious problem against women human rights. This case has brought a serious impact on women victims of violence, family and community, both in terms of health, economic, and social. Data at the global level released by the World Health Organization shows that 15 to 71 per cent of women have experienced violence. The high number of cases of violence is not comparable to the number of cases that are revealed to the public. Only a few women victims of violence reported their cases to service providers or the police. Victims' perceptions of the community's response to the case they experienced became a factor of a very few numbers of victims accessing the services. This study aims to understand the response of women in Sleman Regency towards violence against women and see whether gender attitudes and experiences of violence correlate with these responses. The research method used is quantitative research. The research data was acquired from secondary data from the Survey of The Life Experience of Women in Household (SPHRT) conducted by Rifka Annisa in Sleman Regency. This study used data from 192 respondents selected purposively. Data processing was performed using SPSS 15. The statistical test chosen was Spearman's rho and Chi-Square correlation test with a significance level of 5%. The results show that 51.6% of women in Sleman gave negative responses, in the form of silent or unhelpful behaviour, in cases of violence experienced by women in their neighbourhood. As many as 48.4% provide support to women who experience violence. Gender attitudes and experiences of violence do not correlate significantly with women's responses to cases of violence against women that occur in their environment.
Kata Kunci : Kekerasan terhadap perempuan, respon, sikap gender, pengalaman kekerasan