Kualitas Pengungkapan Laporan Diskusi dan Analisis Manajemen Berdasarkan IFRS Practice Statement Management Commentary
YOGA SUJOKO, Zuni Barokah, S.E., M.Comm., Ph.D., CA.
2020 | Tesis | MAGISTER AKUNTANSITujuan - Penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis kualitas pengungkapan wajib dan sukarela laporan Diskusi dan Analisis Manajemen (DAM) berdasarkan pedoman praktik terbaik internasional, yaitu IFRS Practice Statement Management Commentary yang diterbitkan oleh International Accounting Standards Board (IASB). Metode Penelitian - Penelitian ini menggunakan metode analisis konten. Sampel penelitian berjumlah delapan puluh laporan DAM yang diterbitkan oleh perusahaan terbuka nonkeuangan di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2018. Data dianalisis dengan metode coding dan pemberian skala. Temuan - Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pengungkapan wajib laporan DAM berada dalam kategori cukup dengan nilai 58,13%. Hal ini mengindikasikan pengungkapan yang dilakukan hanya untuk menggugurkan kewajiban semata. elemen tujuan dan strategi merupakan elemen yang paling jarang diungkapkan dengan nilai 45%. Di sisi lain, sifat bisnis dan hasil dan prospek merupakan elemen dengan kualitas pengungkapan tinggi, masing-masing sebesar 62,19% dan 67,88%. Sementara itu, kualitas pengungkapan sukarela laporan DAM berada dalam kategori sangat rendah dengan nilai 19,4%. Elemen tujuan dan strategi memperoleh kualitas pengungkapan terendah dengan nilai 6,5%, sedangkan elemen indikator kinerja utama memperoleh skor tertinggi dengan nilai 28,8%. Secara keseluruhan, kualitas pengungkapan laporan DAM perusahaan sampel berada dalam kategori rendah dengan nilai 38,7%. Orisinalitas - Analisis kualitas pengungkapan laporan DAM dengan menggunakan pedoman IFRS Practice Statement Management Commentary masih terbatas dilakukan di Indonesia. Penelitian ini secara bersamaan menganalisis kualitas pengungkapan wajib dan sukarela dengan indikator IFRS Practice Statement Management Commentary yang telah direkonsiliasi dengan regulasi wajib di Indonesia, yaitu SEOJK-30/SEOJK.04/2016.
Purpose - This study describes and analyzes the quality of mandatory and voluntary disclosure of Management Discussion and Analysis (MD&A) report based on international best practice guidelines, namely IFRS Practice Statement Management Commentary published by the International Accounting Standards Board (IASB). Methodology - Content analysis has been applied on a sample of eighty MD&A reports issued by non-financial public companies on the Indonesia Stock Exchange in 2018. Disclosure quality was analyzed descriptively using a specific scoring system for each aspect. Findings - The findings of this research showed that the quality of mandatory disclosure of MD&A reports is sufficient at 58.13%. These findings indicate that the disclosure has been given merely to meet an obligation rather than to inform. The objectives and strategies are the elements that are the least frequently disclosed with a value of 45%. On the other hand, the nature of business and results and prospects are elements with high disclosure quality, respectively at 62.19% and 67.88%. Meanwhile, the quality of voluntary disclosure of MD&A reports is very low at 19.4%. The objective and strategy elements obtained the lowest disclosure quality at 6.5%, while the key performance indicator elements obtained the highest score with a value of 28.8%. Overall, the quality of disclosure of MD&A report on sample companies is low at 38.7%. Originality - MD&A reports disclosure quality analysis using IFRS Practice Statement Management Commentary guidelines is still limited in Indonesia. This study simultaneously analyzes the quality of both mandatory and voluntary disclosure using IFRS Practice Statement Management Commentary indicators that have been reconciled with mandatory regulations in Indonesia, namely SEOJK-30 /SEOJK.04/ 2016.
Kata Kunci : laporan diskusi dan analisis manajemen, kualitas pengungkapan, analisis konten, IFRS Practice Statement Management Commentary/ management discussion and analysis (MD&A), disclosure quality, content analysis, IFRS Practice Statement Management Commenta