Nilai Tukar dan Neraca Perdagangan dalam Perekonomian Indonesia Periode Tahun 2000-2018
Isna Fauziah, Akhmad Makhfatih, Dr., M.A.
2020 | Skripsi | S1 ILMU EKONOMIAdanya keterbukaan (openness) sebuah negara, menjadikan transaksi non-domestik atau perdagangan internasional berkontribusi dalam perekonomian sebuah negara. Keterbukaan ekonomi diartikan bahwa faktor penentu pertumbuhan sebuah negara berasal dari faktor internal yaitu perkonomian di dalam negeri, dan faktor eksternal yang merupakan pengaruh dari global (Kogid, et al 2012). Nilai tukar sebagai gambaran mata uang nasional di mata negara lain menunjukkan harga barang atau jasa ketika keduanya melakukan perdagangan (Mankiw, 2012). Ketidakpastian pergerakan nilai tukar akan mempengaruhi perdagangan internasional sehingga berpengaruh terhadap perekonomian negara (Chusman, 1983; Cheng, et al 2006; Serenis & Tsounis, 2013). Nilai tukar kemudian digunakan oleh otoritas moneter untuk mendorong ekspor yang akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara (Waluyo & Siswanto, 1998). Penelitian kali ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan kausalitas antara pergerakan nilai tukar terhadap perekonomian Indonesia pada periode 2000-2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Vector Error Correction Model (VECM). Rodrik (2008), menjelaskan bahwa devaluasi nilai tukar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi negara. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini mengatakan bahwa nilai tukar mempengaruhi neraca perdagangan. Pada jangka pendek, perubahan nilai tukar menyebabkan perubahan neraca perdagangan secara negatif kemudian diikuti dengan perubahan neraca perdagangan secara positif pada jangka panjang, dengan kata lain fenomena J-Curve terjadi di Indonesia.
The openness makes non-domestic transactions or international trade have contribute to a country's economy. Economic openness means that the determinants of a country's growth come from internal factors and external factors which are the influence of global (Kogid, et al 2012). The exchange rate as a picture of national currencies in the eyes of other countries shows the price of goods or services when both trade (Mankiw, 2012). The uncertainty of exchange rate movements will affect international trade so that it affects the country's economy (Chusman, 1983; Cheng, et al 2006; Serenis & Tsounis, 2013). The exchange rate is then used by the monetary authority to encourage exports which will increase the country's economic growth (Waluyo & Siswanto, 1998). This study aims to identify the causal relationship between exchange rate movements and the Indonesian economy in the period 2000-2018. The method used in this study is the Vector Error Correction Model (VECM). Rodrik (2008), explains that the exchange rate devaluation can encourage the country's economic growth. The results obtained in this study say that the exchange rate affects the trade balance. In the short term, changes in the exchange rate cause a negative change in the trade balance followed by positive changes in the trade balance in the long run. In other words, the J-Curve phenomenon occurs in Indonesia.
Kata Kunci : Nilai tukar, VECM, J-curve