Laporkan Masalah

Problematika Penanganan Pasca Bencana Alam: Relasi Kuasa Dalam Penyediaan Hunian Sementara di Kota Palu

ANGGA PRADANA, Prof. Dr. Haryanto, M.A.

2020 | Tesis | MAGISTER POLITIK DAN PEMERINTAHAN

Penelitian ini merupakan kajian politik kebencanaan yang berfokus pada relasi kuasa antar aktor dalam penyediaan hunian sementara pasca bencana alam. Studi ini dilakukan berawal dari minimnya kajian politik yang melihat bahwa sebenarnya terdapat dimensi politik dalam kasus kebencanaan. Penanganan bencana saat ini kian politis dan erat hubungannya dengan kepentingan ekonomi-politik dan relasi kuasa. Penelitian ini bertujuan untuk menguak motif lain di balik misi kemanusiaan para aktor dan bagaimana dominasi kepentingan yang terjadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan positivistik dan menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini, melihat penyediaan hunian sementara pasca bencana alam di Kota Palu sebagai sebuah studi kasus. Dalam mengumpulkan data, penulis melakukan wawancara mendalam kepada para narasumber dan melakukan penulusuran dokumen. Selain itu, penulis melakukan observasi partisipan dengan mengikuti rapat bersama para stakeholders terkait yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah. Penelitian ini berlangsung di bulan Mei sampai Juli 2019, tepat pada tahap transisi menuju pemulihan pasca bencana. Temuan menunjukkan, bahwa kolaborasi antar sektor yang terjadi dalam penyediaan hunian sementara bagi korban pasca bencana, tidak murni karena alasan kemanusiaan melainkan relasi kuasa yang terjadi berupaya untuk mendekonstruksi keadaan bencana sebagai situasi serba darurat dan atas nama kemanusiaan membenarkan tindakan para aktor dalam menanggulangi bencana. Dalam studi ini menunjukkan beberapa hal tentang bagaimaa relasi kuasa antar aktor dalam penanganan pasca bencana. Pertama, kolaborasi lintas sektoral antara lembaga pemerintah dan non pemerintah dalam upaya pemulihan pasca bencana sangat kompleks dan sarat kepentingan. Kedua, pembagian peran antar aktor yang bias, karena tidak adanya pedoman atau regulasi yang mengikat dan dijadikan sebagai acuan bagi semua stakeholders. Ketiga, dominasi antara aktor, baik itu pemerintah maupun NGOs bermain pada domainnya masing-masing. Kata Kunci: bencana alam, hunian sementara, kolaborasi aktor, relasi kuasa

This is a study of politics of disaster management which focused on authority relationship between actors in preparing temporary shelters after natural disaster. This study conducted since there is still little political studies dealing with disaster. Disaster management recently has become more political as it connects firmly to politics and economy purposes and also authority relationship. This study aimed at revealing what the other motives behind humanity mission of the actors and how the domination of the purposes occurred. This study used positivist approach and qualitative method. In this research, the preparation of temporary shelters after natural disaster was viewed as a case study. In collecting the data, it is conducted through in-depth interview to several people as sources of information and also through document tracking. Besides, the writer also conducted participant observation by involving himself in official meeting with the relevant stakeholders organized by local government. The research had been conducted during Mei to July 2019, precisely on transitional phase into recovery after the disaster. The result indicate that inter-sectoral collaboration occurred in the preparation of temporary shelters for the survivor of disaster are not solely because of humanity factor. It is the authority relationship attemping to deconstruct disaster condition as all sorts of emergency and in the name of humaniy, whatever the actors did to overcome the disasters are accepted. This study also suggested several thing about how the authority relationship between actors overcoming the problem after disaster. First, inter-sectoral collaboration between government and non-government institution are very complex and have multipurpose. Second, the job description between actors in bias since there is no any rule or regulation to be reference for all the stakeholders. Third, domination between actors occurred, either the government or NGOs work on their own domains. Key Words : authority relationship, disaster management, natural disaster, temporary shelters

Kata Kunci : bencana alam, hunian sementara, kolaborasi aktor, relasi kuasa

  1. S2-2020-419116-abstract.pdf.pdf  
  2. S2-2020-419116-bibliography.pdf.pdf  
  3. S2-2020-419116-tableofcontent.pdf.pdf  
  4. S2-2020-419116-title.pdf.pdf