Analisis Dinamis Sistem Ketersediaan Susu Nasional
Dandi Riswanto, Ir. R. Ahmad Romadhoni S. Putra, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng.;Ir. Mujtahidah Anggriani Ummul Muzayyanah, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM.
2020 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem ketersediaan susu nasional dan memproyeksikan ketersediaan susu nasional. Penelitian ini mengunakan pendekatan pemodelansistem dinamis. Data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait, yaitu Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (Pusdatin) dan Badan Pusat Statistik (BPS) serta dari jurnal-jurnal. Pemodelan sistem dinamis ketersediaan susu nasional dibangun berdasarkan asumsi-asumsi yang diperoleh dari berbagai literatur. Pemodelan sistem dinamis dilakukan dengan menggunakan aplikasi Vensim PLE. Validasi model dilakukan dengan menggunakan rumus Mean Absolute Percentage Error (MAPE) untuk menguji kesesuaian model dengan sistem nyata. Data produksi susu yang digunakan untuk validasi mulai tahun 2014 sampai 2017. Perbedaan data antara hasil proyeksi model dengan data aktual dinyatakan dalam persentase angka kesalahan model. Nilai MAPE model berdasarkan hasil proyeksi produksi susu nasional sebesar 5%. Hal tersebut menunjukkan bahwa model yang telah dibangun dapat dikatakan baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyeksi jumlah produksi susu pada tahun 2030 sebesar 3.835.000 ton dengan rata-rata peningkatan sebesar 10,7% per tahun, sementara kebutuhan susu pada tahun 2030 mencapai 4.329.000 ton dengan rata-rata peningkatan sebesar 1,38% per tahun. Produksi susu nasional belum mampu memenuhi kebutuhan susu nasional pada tahun 2030. Kontribusi produksi susu nasional dalam pemenuhan kebutuhan susu nasional meningkat hingga 89% pada tahun 2030.
The aim of this study is to determine the national milk availability system and estimate the availability of national milk. This study used a dynamic system modeling approach. The data that used were data on dairy cow population, milk production, population and milk consumption. Dynamic system modeling of national milk availability was built based on assumptions obtained from various literatures. Dynamic system modeling was done using the Vensim PLE application. While, model validation was done by using the Mean Absolute Percentage Error (MAPE) formula to test the suitability of the model with the actual system. Milk production data used for validation from 2014 to 2017. The difference in data between the results of the model projection and the actual data was expressed as a percentage of the model error rate. The MAPE value of the model was based on the projected results of national milk production of 5%. It showed that the model that had been built can be said to be good. The results showed that the projected amount of milk production in 2030 was 3,835,000 tons with an average increase of 10.7% per year, while milk demand in 2030 reached 4,329,000 tons with an average increase of 1.38% per year. National milk production has not been able to reach the needs of national milk in 2030. The contribution of national milk production in fulfilling national milk needs increased to 89% in 2030.
Kata Kunci : proyeksi, ketersediaan, sapi perah, sistem dinamis