Laporkan Masalah

Hubungan antara Derajat Keparahan Melasma dengan Kualitas Hidup Wanita di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

PRATIWI NOOR P P S, dr. Kristiana Etnawati, MPH, Sp.KK(K); dr. Irwan Supriyanto, Ph.D, Sp.KJ; dr. Flandiana Yogianti Ph.D, Sp.DV

2019 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Latar Belakang: Melasma merupakan hipermelanosis didapat yang umumnya simetris berupa makula yang tidak merata berwarna coklat muda sampai coklat tua, mengenai area yang terpajan sinar ultraviolet. Lokasi melasma terutama diwajah, sehingga diperkirakan bahwa melasma dapat memberikan pengaruh pada kehidupan sosial, kesehatan fisik dan keuangan yang mana mewakili kualitas hidup atau sebaliknya adanya kualitas hidup yang buruk atau rendah akan mempengaruhi kejadian keparahan dan munculnya melasma. Tujuan: Mengetahui hubungan antara derajat keparahan melasma dengan kualitas hidup wanita di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan rancangan potong lintang yang dilakukan pada 31 subjek yang menderita melasma pada wajah. Melasma tersebut ditegakkan melalui pemeriksaan klinis. Subjek melasma yang diteliti berasal dari Daerah Istimewa Yogyakarta yang berkunjung di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Dr. Sardjito yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis korelasi dilakukan untuk mengetahui hubungan derajat keparahan melasma dengan kualitas hidup. Derajat keparahan melasma di ukur dengan menggunakan Modified Melasma Area and Severity Index (mMASI) dan kualitas hidup diukur dengan kuesioner Dermatology Life Quality Index (DLQI). Hasil: Rata-rata umur subjek pada penelitian ini yaitu 44,77 +/- 5,1 tahun dengan usia 40-50 tahun yang terbanyak. Sebanyak 30 subjek memiliki derajat keparahan melasma yang ringan, derajat berat tidak ditemukan pada penelitian ini. Dari 31 subjek, sebanyak 16 menunjukkan tidak ada pengaruh dan 15 subjek menunjukkan ada pengaruh terhadap kualitas hidup. Hasil analisis korelasi dengan Spearman's rank (r) Correlation, didapatkan korelasi yang bersifat negatif lemah (r = -0,177), namun tidak signifikan secara statistik (p value = 0,341). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara derajat keparahan melasma dengan kualitas hidup wanita di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

Background: Melasma is an acquired hypermelanosis which generally occurs symmetrically with the presentation of the uneven macula in light to dark brown colour, usually in the area exposed to ultraviolet light. The most frequent location is on the face, therefore it is estimated that melasma has an influence on social life, finance, and physical health which represent the quality of life and vice versa, the presence of poor or low quality of life will affect the severity and incidence of melasma. Objective: To determine the correlation between the severity of melasma and women quality of life in RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Methods: This study was an observational study using a cross-sectional design carried out on 31 subjects suffering from melasma on the face. Melasma was diagnosed through clinical examination. The subjects of this research were gathered from the Special Region of Yogyakarta who visited the Dermatology and Venerology Clinic in RSUP Dr. Sardjito who fulfils the inclusion and exclusion criteria. Correlation analysis was carried out to determine the relationship between the severity of melasma and quality of life. The severity of melasma was measured using the Modified Melasma Area and Severity Index and quality of life were measured by the Dermatology Life Quality Index (DLQI) questionnaire. Results: The average age of subjects in this study was 44.77 +/- 5.1 years with the highest age of 40-50. A total of 30 subjects had mild melasma, while severe degree melasma was not found in this study. Of 31 subjects, 16 showed no influence and 15 subjects showed an influence on the quality of life. The results of correlation analysis with Spearman's rank (r) correlation showed a weak negative correlation (r = -0.177), but not statistically significant (p-value = 0.341). Conclusion: There is no significant correlation between the severity of melasma and women quality of life in RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

Kata Kunci : Melasma, mMASI, DLQI, kualitas hidup, derajat keparahan.