NILAI DIAGNOSTIK RASIO LINGKAR PINGGANG / TINGGI TUBUH TERHADAP RISIKO PENYAKIT KARDIOVASKULER PADA ORANG DEWASA: ANALISIS DATA INDONESIAN FAMILY LIFE SURVEY (IFLS) 2007
LAELI ARDIANI PUTRI, Dr. dr. Hasanah Mumpuni, Sp. PD, ; Dra. Neni Trilusiana, M.Kes, PhD
2020 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatar belakang : Diprediksi pada tahun 2030 kematian akibat penyakit kardiovaskuler akan meningkat menjadi 23,3 juta jiwa. Perlu adanya pencegahan dini untuk mencegah terjadinya penyakit kardiovaskuler dimasa yang akan datang. Salah satu caranya adalah dengan mengendalikan faktor risiko penyakit kardiovaskuler, yaitu obesitas. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan diagnostik, titik potong optimal dan nilai diagnostik rasio lingkar pinggang/tinggi tubuh (RLPTTB) dalam mendeteksi risiko penyakit kardiovaskuler pada orang dewasa dengan Frammingham Risk Score (FRS) Metode : Penelitian ini adalah penelitian diagnostik dengan desain penelitian cross sectional yang menggunakan data sekunder The Fourth Wave of Indonesian Family Life Survey 4 (IFLS 4). Subjek penelitian ini adalah orang dewasa usia 40-74 tahun dengan kriteria inklusi tidak memiliki riwayat penyakit jantung dan stroke serta tidak sedang hamil saat dilakukan pengambilan data. Pemilihan subjek menggunakan metode total sampling sehingga didapatkan subjek penelitian sebesar 9.103 orang. Penelitian ini menggunakan analisis ROC dengan gold standart adalah risiko penyakit kardiovaskuler berdasarkan FRS dan variabel yang akan diuji adalah RLPTTB Hasil : Berdasarkan jenis kelamin, risiko penyakit kardiovaskuler lebih tinggi pada pria (80,54%) dibandingkan wanita (30,23%). Nilai AUC pada wanita semakin menurun pada kelompok usia yang lebih tua. Berkebalikan dengan nilai AUC pada pria yang semakin meningkat pada usia yang lebih tua. Nilai AUC pria dan wanita pada penelitian ini termasuk dalam kategori lemah. Nilai cut-off RLPTTB pada pria sebesar 0,5249 (Se= 37,1%; Sp= 79,3; NDP= 87,9%; NDN= 23,3%) dan pada wanita sebesar 0,5796 (Se= 46,4%; Sp= 71,8%; NDP= 41,4%; NDN= 75,8%). Kesimpulan : RLPTTB memiliki spesifisitas yang tinggi, NDP yang tinggi pada pria dan NDN yang tinggi pada wanita, sehingga dapat digunakan sebagai alat skrining untuk mendeteksi risiko penyakit kardiovaskuler pada orang dewasa
Background: It is predicted that in 2030 deaths from cardiovascular disease will increase to 23.3 million. Because of that, early prevention is needed to prevent cardiovascular disease in the future. One way is to control risk factors for cardiovascular disease, namely obesity. Objective: This study aims to determine the diagnostic strength, optimal cut off point and diagnostic value of waist circumference/height ratio (WHtR) in detecting the risk of cardiovascular disease in adults with Frammingham Risk Score (FRS). Method: This study is a cross sectional research design using secondary data from the Fourth Wave of the Indonesian Family Life Survey 4 (IFLS 4). The subjects of this study were adults aged 40-74 years with an inclusion study and were not pregnant at the time of data collection. Subject selection using total sampling method so total number of subjects are 9103. This research uses ROC analysis with the gold standard is the risk of cardiovascular disease based on FRS and the independent variable is WHtR. Results: Based on sex, the risk of cardiovascular disease was higher in men (80,54%) compared to women (30,23%). AUC values in women decrease in older age groups. Contrary to the AUC value in men which is increasing at an older age. AUC values of men and women in this study were included in the weak category. WHtR cut-off value in men is 0,5249 (Se= 37,1%; Sp= 79,3; NDP= 87,9%; NDN= 23,3%) and in women 0,5796 (Se= 46,4%; Sp= 71,8%; NDP= 41,4%; NDN= 75,8%). Conclusion: WHtR has high specificity, high PPV in male, and high NPV in female subject, so it can be used as a screening tool to detect the risk of cardiovascular disease in adults.
Kata Kunci : Uji diagnostik, rasio lingkar pinggang / tinggi tubuh, penyakit kardiovaskuler, IFLS