Laporkan Masalah

Prevalensi Gangguan Kecemasan pada Pembatik dengan Nyeri Punggung Bawah di Lendah, Kulon Progo

KUSUMASTUTI CANDRA D, Dr. dr. Cempaka Thursina S. S., Sp.S(K); dr. Abdul Gofir, M.Sc., Sp.S(K)

2019 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Latar Belakang: Batik adalah salah satu warisan budaya Indonesia yang sudah diakui UNESCO. Salah satu sentra batik berada di Kecamatan Lendah, Kulon Progo. Selama bekerja, pembatik melakukan gerakan repetitif dengan posisi kurang ergonomis dalam empat sampai delapan jam per hari. Posisi kurang ergonomis tersebut dapat menyebabkan gangguan sistem neuromuskular seperti nyeri punggung bawah. Sebanyak 70,4% pembatik di Lendah, Kulon Progo menderita nyeri punggung bawah. Terdapat hubungan antara faktor psikologis seperti kecemasan dengan kejadian nyeri punggung bawah. Prevalensi gangguan kecemasan pada penderita nyeri punggung bawah adalah 55%. Di Giriloyo, sebanyak 80% pembatik mengalami gangguan kecemasan. Gangguan kecemasan dapat memengaruhi aspek pendidikan, pekerjaan, dan hubungan sosial. Secara signifikan, gangguan kecemasan memengaruhi produktivitas kerja, hubungan interpersonal keluarga dan sosial yang buruk. Tujuan: Untuk mengetahui prevalensi gangguan kecemasan pada pembatik dengan nyeri punggung bawah di Lendah, Kulon Progo. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain potong lintang yang dilakukan di sentra batik yang berada di Lendah, Kulon Progo. Sampel penelitian ditentukan dengan metode purposive sampling dan dihitung dengan rumus besaran sampel untuk populasi terjangkau. Besar sampel sejumlah 26 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) digunakan untuk menentukan adanya gangguan kecemasan. Hasil: 4 orang dari total 26 subjek (15,4%) menderita gangguan kecemasan. Angka kejadian gangguan kecemasan tertinggi ditemukan pada laki-laki, rentang usia 2534 tahun, jenis pekerjaan cap, lama kerja < 8 jam/hari, dan masa kerja < 6 tahun. Simpulan: Prevalensi gangguan kecemasan pada pembatik dengan nyeri punggung bawah di Lendah, Kulon Progo adalah 15,4% Kata Kunci: prevalensi, pembatik, nyeri punggung bawah, gangguan kecemasan, Kulon Progo

Background: Batik is one of the Indonesian heritages which has been acknowledged by UNESCO. One of batik producing center is located in Lendah district, Kulon Progo. During four to eight working hours daily, batik workers have to do repetitive movement in non-ergonomic position. This situation could lead them to suffer from neuromuscular disorder, for example but not limited to low back pain. 70,4% batik workers in Lendah suffer from low back pain. There is also a correlation found between low back pain and psychological factor like anxiety disorder. Study shows that the prevalence of anxiety disorder among people with low back pain was 55%. In Giriloyo, 80% batik workers were also found to be suffering from anxiety disorder. Anxiety disorder could affect education, occupation, and social relation. Significantly, anxiety disorder could also contribute to the deprived work productivity and poor social also family interactions. Objective: To determine the prevalence of anxiety disorder among batik workers with low back pain in Lendah, Kulon Progo. Method: This study was a descriptive quantitative with cross sectional design which was conducted in batik producing centers in Lendah, Kulon Progo. This study used purposive sampling and total sample was calculated through sample size formulation for reachable population. Total sample was 26 subjects who matched the inclusion and exclusion criteria. Hamilton Rating Anxiety Scale (HARS) questionnaire was used to determine the presence of anxiety disorder. Result: A total of 4 out of 26 subjects (15,4%) suffered from anxiety disorder. The highest prevalence of anxiety disorder was found in men, aged 25-34 years old, type of work is stamping, with working duration < 8 hours/day, and working period < 6 years. Conclusion: The prevalence of anxiety disorder among batik workers with low back pain in Lendah, Kulon Progo is 15,4% Keywords: prevalence, batik worker, low back pain, anxiety disorder, Kulon Progo

Kata Kunci : Kata Kunci: prevalensi, pembatik, nyeri punggung bawah, gangguan kecemasan, Kulon Progo; Keywords: prevalence, batik worker, low back pain, anxiety disorder, Kulon Progo

  1. S1-2019-393764-abstract.pdf  
  2. S1-2019-393764-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-393764-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-393764-title.pdf